Sejumlah wisatawan berjalan di bawah semburan kabut buatan untuk mengurangi panas di Bali Safari dan Marine Park, Gianyar, Bali, Senin (26/12). Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menyatakan bahwa cuaca panas yang ekstrem di Bali dan Nusa Tenggara disebabkan oleh posisi matahari mencapai titik terjauhnya di selatan Khatulistiwa pada minggu terakhir bulan Desember 2011 sehingga suhu udara dapat mencapai 33 derajat Celcius.(Antarafoto)

Sejumlah wisatawan berjalan di bawah semburan kabut buatan untuk mengurangi panas di Bali Safari dan Marine Park, Gianyar, Bali, Senin (26/12). Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menyatakan bahwa cuaca panas yang ekstrem di Bali dan Nusa Tenggara disebabkan oleh posisi matahari mencapai titik terjauhnya di selatan Khatulistiwa pada minggu terakhir bulan Desember 2011 sehingga suhu udara dapat mencapai 33 derajat Celcius.(Antarafoto)

oleh agung.binarko diperbarui 27 Des 2011, 15:05 WIB
111227bfoto-panas-b.jpg
Sejumlah wisatawan berjalan di bawah semburan kabut buatan untuk mengurangi panas di Bali Safari dan Marine Park, Gianyar, Bali, Senin (26/12). Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menyatakan bahwa cuaca panas yang ekstrem di Bali dan Nusa Tenggara disebabkan oleh posisi matahari mencapai titik terjauhnya di selatan Khatulistiwa pada minggu terakhir bulan Desember 2011 sehingga suhu udara dapat mencapai 33 derajat Celcius.(Antarafoto)
Sejumlah wisatawan berjalan di bawah semburan kabut buatan untuk mengurangi panas di Bali Safari dan Marine Park, Gianyar, Bali, Senin (26/12). Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menyatakan bahwa cuaca panas yang ekstrem di Bali dan Nusa Tenggara disebabkan oleh posisi matahari mencapai titik terjauhnya di selatan Khatulistiwa pada minggu terakhir bulan Desember 2011 sehingga suhu udara dapat mencapai 33 derajat Celcius.(Antarafoto)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya