Liputan6.com, Belitung - Pertumbuhan pengguna internet dan perangkat mobile mendorong sebuah konsep yang disebut dengan 'big data'. Berbagai jenis data digital yang bertebaran di internet sudah tak relevan lagi didistribusikan ke media penyimpanan berwujud hardware.
Kebutuhan pengguna menuntut kehadiran sebuah teknologi yang memungkinkan mereka untuk dapat menyimpan serta mengakses data kapan pun dan di mana pun. Maka lahirlah teknologi komputasi awan, atau populer disebut 'cloud'.
Country Manager EMC Indonesia, Adi Rusli menjelasakan bahwa cloud saat ini menjadi satu-satunya metode yang paling tepat untuk menangani kondisi 'ledakan' data yang terjadi dengan pesat per tahunnya.
Menurut data yang dimiliki International Data Corporation (IDC), data digital yang bertebaran di seluruh dunia pada tahun 2013 kemarin mencapai 4,4 zetabytes. Angka tersebut diprediksi akan meningkat 10 kali lipat di tahun 2020 menjadi 44 zetabytes.
"Belum ada metode lain selain cloud yang mampu menangani kondisi ledakan data tersebut. Dengan cloud, biaya yang dibutuhkan untuk mengakomodasi kebutuhan penyimpanan data juga menjadi lebih hemat," tutur Adi di acara Virtus Media Gathering yang berlangsung di Tanjung Pandan, Belitung.
Lebih lanjut Adi pun memberi gambaran lonjakan data yang ditangani oleh perusahaannya dalam kurun waktu beberapa puluh tahun terakhir.
Sejak tahun 1978 hingga 2005, Adi menyebutkan, EMC meng-cover data sebesar 1 exabytes. Namun sejak tahun 2010, data sebesar 1 exabytes tercover tiap 3 bulan sekali. Di tahun ini, data sebesat 1 exabytes diakui harus mereka cover tiap bulannya.
Ledakan Data Terjadi di Tahun 2020
Tahun 2020 data digital yang bertebaran di seluruh dunia akan meroket 10 kali lipat dibanding tahun 2013.
diperbarui 22 Jun 2014, 09:10 WIBIlustrasi (ist.)
Advertisement
Advertisement
POPULER
1 2 3 4 5 Liga InternasionalHasil Liga Champions: 3 Wakil Italia Berjaya
6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Tips agar Bibir Tidak Hitam: Panduan Lengkap Merawat Bibir
Quick Count Pilgub Jakarta Charta Politika 97.50%: RIDO 39.35%, Dharma-Kun 10.60%, Pramono-Rano 50.05%
Cek Fakta: Hoaks Infografis Hasil Exit Poll Pilkada Jakarta 2024
PPN Naik Jadi 12% Tahun Depan, Frugal Living Jadi Solusi?
Nasib Tragis Ular Piton Dibakar Hidup-Hidup saat Tersangkut di Mesin, Picu Kemarahan
3 Calon Tampak Bersaing Ketat dalam Hitung Cepat Pilgub Sulut 2024
Dwi Andhika Sebut Kedekatan Chika Jessica dengan Istilah HTS: Hubungan Tanpa Stres
Langkah Nyata Upaya Mencetak Generasi Masa Depan Cerdas Indonesia
Hasil Quick Count Indikator Pilkada Jabar 92%: Acep-Gitalis 10%, Jeje-Ronal 9,22%, Syaikhu-Ilham 20,20%, Dedi-Erwan 60,58%
Alasan G-Dragon Populer dari Generasi ke Generasi, Bukan Cuma soal K-Pop!
Quick Count LSI Denny JA Pilkada Jakarta 98.29%: RIDO 39.18%, Dharma-Kun 10.68%, Pramono-Rano 50.14%
Arti Frugal Living yang Ramai Diperbincangkan Dampak Rencana Kenaikan PPN 12%