Liputan6.com, Jakarta - Anas Urbaningrum, terdakwa kasus dugaan penerimaan hadiah atau gratifikasi proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat diduga memiliki posko pemenangan saat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Demokrat 2010. Posko itu diduga berada di Hotel Ritz-Carlton dan Apartemen Senayan City.
Mengenai hal itu, Anas diberi kesempatan bertanya kepada para saksi yang dihadirkan. Di antaranya kepada mantan staf khusus Anas saat di DPR, M Rahmad serta 3 politisi Partai Demokrat Mirwan Amir, Saan Mustopa, dan Ruhut Sitompul. Semua saksi itu merupakan mantan tim sukses Anas saat mencalonkan ketua umum pada Kongres Partai Demokrat 2010.
Baik Mirwan, Saan, Rahmad, maupun Ruhut mengaku tidak ada posko yang didirikan untuk pemenangan Anas sebagai ketua umum.
"Tidak ada posko. Karena pertemuan tidak hanya di Sency. (Kalau di Ritz) saya tidak tahu," ucap Mirwan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (7/8/2014).
Pun begitu dengan Saan dan Rahmad saat ditanya mengenai ada tidaknya posko pemenangan Anas di Ritz-Carlton dan Apartemen Sency.
"Kita tidak punya posko secara khusus. Di Sency bukan posko, itu hanya sesekali. Selebihnya lebih banyak di ruangan ketua fraksi dan di luar," ucapnya.
"Pertemuan relawan pun itu kan berpindah-pindah," ujar Rahmad menambahkan.
Sementara Ruhut juga mengatakan, tim sukses dan relawan Anas tidak memiliki posko pemenangan. Meski diakuinya ada sejumlah pertemuan timses dan relawan Anas di Apartemen Sency menjelang kongres.
"Jadi yang saya tahu kalau waktu itu 2-3 kali (pertemuan) di (Apartemen) Sency. (Apartemen Sency) bukan posko. Kalau di Ritz-Carlton saya tidak tahu," ujar Juru Bicara Partai Demokrat ini.
Dalam surat dakwaan, Anas disebut mengeluarkan dana Rp 116,525 miliar dan US$ 5,261 juta untuk pencalonan sebagai ketua umum pada Kongres Partai Demokrat 2010.
Sebesar US$ 30,9 ribu untuk biaya posko tim relawan pemenangan Anas di Apartemen Senayan City Residence dan sebesar US$ 5,17 ribu di posko II di Ritz Carlton Jakarta Pacific Place.
Uang tersebut digunakan untuk biaya pertemuan dengan 513 DPC dan DPD pada Januari 2010, pertemuan dengan 430 DPC pada Februari 2010, dan biaya mengumpulkan 446 DPC pada Maret 2010. (Ans)
Eks Timses Anas Tepis Posko Pemenangan Saat Kongres Demokrat 2010
Dalam surat dakwaan, Anas disebut mengeluarkan dana Rp 116,525 miliar dan US$ 5,261 juta untuk pencalonan sebagai Ketua Umum Demokrat.
diperbarui 07 Agu 2014, 20:23 WIBRuhut Sitompul direncanakan menjadi saksi terpaksa harus menunggu hingga 7 Agustus 2014, Jakarta, Kamis (24/07/2014) (Liputan6.com/Faisal R Syam)
Advertisement
Advertisement
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Vadel Badjideh Ajukan Penangguhan Penahanan
Profil Adhan Dambea Wali Kota Gorontalo Terpilih dan Jejak Politiknya
UAH Ungkap Dzikir sebagai Bekal di Alam Kubur selain Amal Saleh, agar Dapat Ridha Allah
KPK Layangkan Surat Panggilan Kedua untuk Hasto Kristiyanto
Profil Jihan Nurlela, Wakil Gubernur Lampung Terpilih: Dokter yang Meniti Karier di Dunia Politik
5 Fakta Menarik Anglerfish, Ikan Laut Dalam yang Viral di Medsos
RUU Minerba ke Paripurna, Pemerintah-DPR Batalkan Rencana Kampus Kelola Tambang
Sholat tapi Doa Tak Kunjung Terkabul, Adakah yang Salah? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
3 Pemain yang Tampil Menonjol Meski Timnas Indonesia U-20 Tersingkir dari Piala Asia U-20 2025
Prabowo Usulkan Koalisi Permanen pada KIM Plus, Apa Urgensinya?
Rahmat Mirzani Djausal Terpilih sebagai Gubernur Lampung 2024, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Mimpi Mandi Keramas Pakai Shampo: Makna dan Tafsir yang Menarik