Liputan6.com, Jakarta - Jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri meringkus beberapa warga negara asing (WNA) jaringan narkoba internasional. Dari penangkapan para tersangka polisi menyita total 20 kg sabu. Uniknya, mereka menyimpan sabu dengan rapi di bungkus permen.
Penangkapan jaringan ini bermula saat polisi menangkap Adam Trilaksonodi Mal Metropolitan, Bekasi pada Minggu 30 November 2014. Dari tubuh tersangka, polisi menyita barang bukti berupa narkoba jenis sabu.
Polisi lalu melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap Adam. Dia menunjukkan jaringan lainnya. Polisi lalu menuju ke Jalan Latumeten, Jakarta Barat pada 2 Desember 2014. Saat itu, polisi menangkap Tjoa Wahyudin dan Hermansyah yang sedang bertransaksi.
"Ini yang unik. Mereka menyimpan sabu ini dibungkus permen," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri Brigjen Pol Anjan Pramuk Putra di kantornya, Senin (22/12/2014).
Setelah digeledah, polisi menemukan barang bukti sabu lain di dalam rumah itu. Polisi juga menemukan alat pres laminating yang diduga digunakan pelaku untuk membungkus kembali narkoba.
"Jadi mereka mendapatkan barang dari Tiongkok. Lalu dibawa ke rumah ini. Permen lalu dikeluarkan dari bungkus besar. Setelah itu sabu dimasukkan ke bungkus permen besar berikut beberapa permen. Lalu mereka pres kembali dengan mesin ini," jelas Anjan.
Tak sampai di situ, polisi juga menangkap tersangka dari jaringan yang sama di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta pada Senin, 8 Desember 2014. Pelaku bernama Lai Ming Fa warga negara Taiwan ini kedapatan membawa sabu asal Hongkong.
Selain itu, polisi juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba melalui bandara Soekarno-Hatta. Polisi menangkap Nurkamilah dan Adrian Chidubem Ejiafa yang merupakan warga negara Afrika.
"Mereka menyembungikan narkoba jenis sabu dengan menempelkan sabu itu di tubuh mereka," jelas Anjan.
Terakhir, pada Minggu 3 November 2014, polisi yang bekerja sama dengan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta menangkap Yanidar Witjaksono. Berdasarkan pemeriksaan, Tani membawa sabu itu dari Hongkong.
"Dari seluruh pengungkapan ini, kami meyita total 20 kg narkoba jenis sabu," ucap Anjan.
Seluruh tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 2, subsider Pasal 113 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. (Riz)
Bawa Sabu 20 kg, WN Asing Terancam Hukuman Mati
Para pelaku anggota sindikat internasional itu menyimpan sabu dengan rapi di bungkus permen.
diperbarui 22 Des 2014, 23:00 WIBPolisi kembali melakukan penggrebekan di rumah kost bandar Sabu di kota Medan, Sumatera Utara.
Advertisement
Advertisement
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Cara Menghitung Usia Kehamilan Manual: Panduan Lengkap untuk Ibu Hamil
Meriam Bellina Ungkap Tips Tetap Aktif Naik Gunung Jelang Usia 60 Tahun
Sentilan Iwan Fals saat Konser di Manado: Apa Bunaken Masih Bersih?
Maksud Hati Lembur Biar Tambah Cuan, Ibu Muda di Pemalang Malah Dilecehkan Bosnya
Doa Agak 'Kurang Ajar' untuk Merayu Allah dengan Cara Unik, Dikisahkan Gus Baha
AHY Mengaku Tidak Tahu Masalah Pagar Laut: Saya Tidak Dapat Laporan
Alasan Zaskia Adya Mecca Lebih Pilih ART Jadi Pengasuh Anak daripada Cari Babysitter
Tradisi Bakar Batu Awali Groundbreaking Pembangunan Pabrik Semen di Timika
Mengenal Pandora Misi Terbaru NASA untuk Jelajahi Eksoplanet
Jadwal Sholat DKI Jakarta, Jawa dan Seluruh Indonesia Hari Ini Rabu 22 Januari 2025
Terungkap, Menteri Prabowo yang Punya Harta Kekayaan Mencapai Rp5,4 Triliun
Banjir Bandar Lampung, Peneliti Itera: Ini Bukan Hanya Masalah Alam