Kongres PDIP Dinilai Punya Arti Strategis Bagi Jokowi

Kongres PDIP juga dapat menjadi momentum Jokowi untuk meneguhkan komitmen perjuangan membela kepentingan rakyat.

oleh Taufiqurrohman diperbarui 07 Apr 2015, 19:25 WIB
Megawati menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Jokowi, di kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (4/6/14). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - PDIP menggelar Kongres IV di Bali pada 9-12 April mendatang. Kongres tersebut dinilai sebagai ajang strategis bagi Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam meneguhkan PDIP sebagai partai pendukung pemerintah.

"Bagaimanapun, keberhasilan pemerintahan Jokowi dalam merealisasikan visi misinya selama lima tahun ke depan akan berdampak positif bagi relasi PDIP dengan rakyat," kata pengajar Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Firman Manan di Jakarta, Selasa (7/4/2015).

Selain itu, lanjut Firman, kongres juga dapat menjadi momentum Jokowi untuk meneguhkan komitmen perjuangan membela kepentingan rakyat. Caranya dengan menginisiasi berbagai kebijakan dan program yang prorakyat.

"Dalam kongres PDIP, Jokowi juga dapat membangun komunikasi dengan publik untuk mengantisipasi timbulnya sentimen negatif jika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tidak populis," beber dia.
 
Firman menambahkan, kemampuan mengelola dukungan politik di DPR sangat penting untuk meminimalkan kebuntuan politik. Inisiatif Jokowi diperlukan untuk membuka komunikasi politik dengan seluruh kekuatan politik di DPR.
 
"Kader-kader PDIP, khususnya yang duduk di DPR juga dapat memberikan informasi dan masukan kepada presiden tentang dinamika politik terbaru di DPR. Tujuannya agar Presiden dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi dalam relasi dengan parlemen," tukas Firman. (Ali/Ans)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya