Jadi Mekanik Mobil Listrik Tak Bisa Sembarangan

Institute of the Motor Industry (IMI) mengatakan bahwa mekanik untuk menangani mobil listrik tidak bisa sembarangan.

oleh Rio Apinino diperbarui 18 Jan 2016, 16:31 WIB
Institute of the Motor Industry (IMI) mengatakan bahwa mekanik untuk menangani mobil listrik tidak bisa sembarangan.

Liputan6.com, London - Institute of the Motor Industry (IMI), asosiasi profesional untuk individu yang bekerja di industri kendaraan bermotor yang berbasis di Inggris menghimbau para mekanik untuk tidak sembarangan menangani mobil listrik. Sebab, alih-alih kerusakan mobil teratasi, potensi kematian justru mengintai mereka.

Steve Nash, Eksekutif IMI, mengatakan aliran listrik yang terdapat di mobil dapat mencapai angka hampir 700 volt. Jika tidak ditangani dengan baik, maka muatan listrik ini dapat mengaliri badan mekanik dan bisa menimbulkan percikan api.

Karena alasan itu, Nash mengatakan bahwa perlu ada lisensi khusus mekanik mobil listrik, yang pengujiannya juga tidak boleh main-main. Kebutuhan ini cukup mendesak, mengingat semakin masifnya penggunaan mobil listrik di banyak negara.

"Cepat atau lambat seseorang akan mencoba melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan," ujar Nash, dikutip dari Independent, Senin (18/1/2016). "Ini serius. Ini bukan keresahan. Ini nyata," tambahnya.

Menurut data IMI, ada 180 ribu mekanik di Inggris. Sementara hanya 40 ribu yang berstatus mekanik profesional. Sisanya cenderung bisa karena otodidak.

Dari jumlah tersebut, baru ada ada sekira 1.000 mekanik yang saat ini sudah bisa menangani mobil listrik. Jumlah ini sangat kurang, apalagi tren mobil beremisi nol ini lebih cepat dari perkiraan. Sebuah survei baru misalnya, mengatakan bahwa 50 persen orang akan membeli mobil listrik jika ada dana.

Lisensi khusus bagi mekanik mobil listrik ini akan menjadi isu utama yang diperjuangkan IMI di Negeri Raja tersebut. Nash mengaku bahwa organisasinya akan mendesak Whitehall (pihak kerajaan) untuk mengeluarkan regulasi terkait hal ini.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya