Liputan6.com, California - Dalam pertandingan football bergengsi di Amerika Serikat, National Football League (NFL) menampilkan musisi kelas berat seperti Coldplay, Bruno Mars, dan Beyonce. Dalam pertandingan tersebut Beyonce dan Coldplay tampil menjadi bintang tamu untuk menghibur para penonton pada jeda pertandingan yang berlangsung Minggu, (07/02/2016) waktu setempat.
Ternyata dalam ajang akbar tersebut, Beyonce dan penampil lain dalam pertandingan tersebut tidak mendapat bayaran sepeser pun. Juru bicara NFL, Joanna Hunter membenarkan hal tersebut.
"Kami tidak membayar artisnya. Kami membayar semua pengeluaran dan biaya produksi mereka," ucap Hunter.
Hal tersebut mungkin bakal membuat para promotor acara musik iri. Pasalnya, sekali membuat acara yang menampilkan seorang diva seperti Beyonce, biasanya harus merogoh kocek sebesar US$ 600 ribu atau sekitar Rp 8 miliar. Bahkan dilansir dari Forbes.com, Rabu, (10/02/2016), sebuah acara yang khusus menampilkan Beyonce saja harus memakan biaya US$ 10 juta atau Rp 136 miliar.
Baca Juga
Advertisement
Meskipun begitu, Beyonce dan Coldplay tentu juga tidak mau rugi. Mereka manggung di Super Bowl juga sebagai ajang promosi tur dan lagu terbaru mereka pada jutaan orang yang menonton pertandingan bergengsi itu.
Mereka kelihatannya ingin mengikuti jejak dari Bruno Mars beberapa tahun yang lalu, yang penjualan serta posisi albumnya di Billboard meningkat setelah tampil di ajang ini. Sama halnya Bruno Mars pada saat itu mempromosikan penampilannya di Halftime Show,
Bayangkan, pasca tampil di Super Bowl, album Unothodox Jukebox meningkat dari posisi ke tujuh menjadi posisi ketiga. Selain itu, penjualan albumnya juga meningkat drastis menjadi 92 persen. Beyonce juga pernah mengalami hal yang sama dengan Bruno Mars.
Kali ini, dengan berduet bersama Coldplay dan mempromosikannya di Super Bowl ini, diharapkan penjualan album mereka bisa naik hingga 59 persen.