Liputan6.com, Jakarta - Peserta aksi Parade Bhineka Tunggal Ika tampak terpencar di sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Melihat hal itu, orator dari mobil komando dengan pengeras suara mengimbau agar peserta aksi tidak jauh dari titik kumpul, yakni Patung Kuda.
"Tidak ada yang berkumpul di tempat mana pun. Kalau ada teman-teman yang mengajak ke posisi lain, itu bukan merupakan bagian dari Parade Bhineka Tunggal Ika," tutur seorang ibu di mobil komando kepada para peserta aksi di sekitar Patung Kuda, Sabtu (19/11/2016).
"Matahari ini hangat. Kita tidak akan tercerai berai hanya karena matahari atau karena hujan," kata dia.
Sementara itu, peserta aksi yang lain masih tampak sibuk menikmati hidangan gratis yang tersedia di pinggir Jalan Merdeka Selatan. Ada pula yang asik berfoto di Patung Kuda.
"Kita berharap kita satu komando. Jangan buat macet di jalan," imbau sang orator.
Panitia Imbau Peserta Parade Bhineka Tunggal Ika Tak Terpisah
Peserta aksi yang lain masih tampak sibuk menikmati hidangan gratis yang tersedia di pinggir Jalan Merdeka Selatan.
diperbarui 19 Nov 2016, 09:29 WIBAdvertisement
Advertisement
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Bawa Skuad Garuda ke Level Lebih Tinggi, Mantan Pelatih Timnas yang Mualaf Ini Puji Keberhasilan STY
Diduga Menipu, Pemilik Superstar Fitness Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Penyelamatan Zion Suzuki Jadi Titik Balik Jepang Sikat Timnas Indonesia
Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan Ganja 8 Kg di Bakauheni, Ungkap Jaringan Narkoba Antar Provinsi
Mengenal Planet Speculoos-3B, Kembaran Bumi
Perdebatan Usai, MK Putuskan Tolak Pengujian Perhitungan Masa Jabatan Sejak Pelantikan
Doa Khusus Ragnar Oratmangoen saat Umrah Jelang Laga Timnas Indonesia vs Jepang
Federal Oil Kembali Ungkap Peredaran Pelumas Palsu di Jawa Tengah
Timnas Indonesia Gagal Menang di 5 Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Shin Tae-yong Akui Mulai Rasakan Tekanan
3 Alasan Timnas Indonesia Keok dari Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Debat Terakhir Pilkada Jakarta, Momen Perang Narasi dan Fokus Substansi
Mengenal Kawedanan Hageng Punakawan Datu Dana Suyasa, Penjaga Warisan Kesultanan Yogyakarta