Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mengalokasikan subsidi sebesar Rp 172,4 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Anggaran tersebut digunakan untuk subsidi energi dan nonenergi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, anggaran untuk subsidi energi sebesar Rp 103,4 triliun dan subsidi nonenergi Rp 69,0 triliun.
"Subsidi Rp 172,4 triliun," kata dia di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta, Rabu (16/8/2018).
Baca Juga
Advertisement
Subsidi energi di antaranya untuk subsidi BBM dan LPG dengan alokasi sebesar Rp 51,1 triliun. Pemerintah akan memperbaiki ketepatan sasaran subsidi.
Untuk subsidi listrik dialokasikan sebesar Rp 52,2 triliun. Subsidi itu untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA.
"Meskipun kemarin banyak yang menyampaikan kenaikan harga listrik, namun sebetulnya sebagian 900 VA masih subsidi," ujar dia.
Sementara, untuk nonenergi di antaranya digunakan untuk subsidi pangan sebesar Rp 7,3 triliun. Subsidi pupuk Rp 28,5 triliun.
"Nonenergi subsidi pangan Rp 7,3 triliun dan pupuk Rp 28,5 triliun," ungkap dia.
Saksikan Video Menarik di Bawah Ini: