Liputan6.com, Osaka - Wahana roller coaster di Universal Studios Jepang di Osaka mendadak terhenti di tengah perjalanan, membuat para penumpangnya terjebak selama dua jam, sebelum akhirnya dievakuasi.
Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden yang terjadi pada Selasa 2 Mei 2018 itu.
Rangkaian roller coaster Flying Dinosaur yang membawa sekitar 60 penumpang itu terpaksa ditutup setelah dua rangkaiannya mendadak mandek pada sekitar pukul 16.45 waktu setempat, kata pihak pengelola, seperti dikutip dari Japan Times (3/5/2018).
Satu rangkaian berhenti sekitar 20 hingga 30 meter di atas tanah pada lintasan ke atas, sementara yang satu lagi berhenti tepat sebelum mencapai terminal.
Baca Juga
Advertisement
Mekanisme keselamatan segera diaktifkan setelah mendeteksi beberapa anomali, dan secara otomatis menghentikan pengoperasian roller coaster.
Staf Universal Studios Jepang lantas memandu penumpang yang terjebak untuk turun ke tempat aman melalui lorong di sisi roller coaster sebelum wahana kembali beroperasi dua jam kemudian.
Seorang juru bicara Universal Studios mengatakan bahwa suspensi roller coaster mungkin menjadi faktor yang menyebabkan kejadian itu. Penyebab anomali sudah diperbaiki, lanjut si jubir.
Roller coaster di Universal Studios Jepang itu memiliki masalah serupa selama operasi pada bulan Agustus dan September tahun lalu.
Saksikan juga video pilihan berikut ini:
Ada yang Ngeri, Sebagian Tak Kapok
Saat insiden, taman hiburan itu sangat sibuk di tengah liburan Pekan Emas atau Golden Week Holidays.
Terlepas dari insiden itu, banyak orang tetap berbaris untuk menikmati wahana yang terinspirasi dari serial film Jurassic Park itu, ketika kembali beroperasi pada jam 19.00 malam, Selasa 2 Mei 2018.
Tetapi beberapa pengunjung mengaku ngeri atas kejadian itu.
Seorang wanita berusia 42 tahun dari kota Hiroshima, yang berkunjung dengan tiga anaknya, berkata, "Sangat menakutkan jika membayangkan diri kami di sana. Saya tidak ingin menaikinya lagi."
Sementara itu, seorang wanita berusia 24 tahun dari kota Kumamoto, yang menaiki roller coaster sesaat sebelum kejadian, turut terkejut oleh berita tersebut. Namun, ia tak kapok.
"Ketika akan menaikinya lagi, saya ingin mereka mengoperasikannya dengan aman."
Roller coaster itu pertama kali beroperasi pada Maret 2016, memiliki lintasan sepanjang 1.120 meter, dengan titik tertinggi 37 meter di atas tanah.
Advertisement