RS Polri Tunggu 44 Sampel DNA Keluarga Korban Lion Air Jatuh di Karawang

RS Polri baru mengambil sampel DNA 147 keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 jatuh di Karawang.

oleh Nanda Perdana Putra diperbarui 31 Okt 2018, 10:51 WIB
Petugas memindahkan kantong jenazah dari ambulans ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Selasa (30/10). Dua kantong jenazah kembali tiba di RS Polri pascakecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala RS Polri Kombes Musyafak menyatakan, pihaknya telah menerima 191 data dari keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang. Hanya saja, baru 147 keluarga yang diambil sampel DNA.

"Jadi kurang 44 keluarga yang belum diambil sampel DNA-nya dan dimohon keluarga yang telah melaporkan dan belum lengkap data-data yang kami minta diharapkan secepatnya untuk melengkapi," tutur Musyafak di RS Bhayangkara Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

Menurut Musyafak, malam kemarin datang lagi 24 kantong jenazah korban jatuhnya Lion Air JT 610 ke RS Polri. Sejauh ini, total sudah 48 kantong jenazah yang ada di postmortem RS Polri.

"Jadi sampai saat ini yang dikirim ke posmortem semuanya dalam kondisi tidak utuh," jelas Musyafak.

Saksikan video pilihan di bawah ini:


DNA Jadi Andalan

Petugas memindahkan kantong jenazah dari ambulans ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Selasa (30/10). Pesawat Lion Air JT 610 dilaporkan hilang sekitar pukul 06.00 WIB. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Dengan kondisi itu, pemeriksaan DNA menjadi metode yang sangat diandalkan. Termasuk informasi ciri bagian tubuh tertentu dari keluarga korban.

"Kemudian kendala lagi adalah body part ini tidak semua sama ya. Jadi ada yang hanya kulit, kemudian otot-otot dan sebagainya. Itu menjadi kendala, sehingga dari kemarin ya 24 kantong jenazah agak kurang lebih 87 keping bagian dari pada tubuh itu yang kita periksa sampel DNA-nya," Musyafak menandaskan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya