JK: Pemilu seperti Badminton, Kita Menang Kalau Smash Masuk

Menurut JK, kalau smash yang kita lakukan menyangkut di net, maka yang akan mendapat poin adalah lawan.

oleh Fachrur Rozie diperbarui 10 Des 2018, 14:50 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan saat Rakornas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jakarta, Senin (10/12). Rakornas untuk memperkuat koordinasi pengawasan Pemilu 2019 di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) turut menjadi pembuka dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dalam sambutannya, JK sempat menyebut Pemilu seperti bermain badminton.

"Pemilu itu kayak badminton. Kita menang kalau smash masuk," ujar JK di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Timur, Senin (10/12/2018).

Menurut JK, kalau smash yang kita lakukan menyangkut di net, maka yang akan mendapat poin adalah lawan. JK mengatakan, dalam pemilu, ada partai yang bisa menang dengan cara bertahan, ada pula yang menang dengan menyerang.

"Kalau isu benar, itu benar. Tapi kalau isu datanya salah, ya salah saja. Sama seperti badminton, smash apa pun bisa dikembalikan, ada smash masuk, tapi ada smash yang terlalu keras, itu dia keluar, yang dapat poinnya lawan," kata JK.

Saksikan video pilihan di bawah ini:


Bawaslu seperti Wasit

JK mengatakan, dalam hal ini Bawaslu seperti wasit yang akan menentukan siapa yang berhak menang dan tidak. Namun JK mengingatkan, sebaik-baiknya wasit bekerja, jika lengah tetap akan mudah disusupi pihak yang tak bertanggung jawab.

"Sehebat-hebatnya pengawas, pencuri juga lebih pintar. Artinya pelanggaran juga banyak. Tingkat pengawasan yang rumit ini dibutuhkan, tapi serumit-rumitnya harus dilaksanakan. Pengetahuan diperlukan, tapi sangat penting independensi," kata JK.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya