Sandiaga: Kami Harap Debat Pilpres Tidak Seperti Cerdas Cermat

Sandiaga menegaskan debat Pilpres nanti hendaknya lebih ke arah gagasan dan menghadirkan pemerintahan kuat dengan pola kepemimipinan tegas.

oleh Muhammad Radityo Priyasmoro diperbarui 07 Jan 2019, 01:34 WIB
Cawapres Sandiaga Uno melakukan kunjungan ke Kantor Pimpinan Pusat MTA untuk silaturahmi dan minta doa restu,Sabtu (22/9).(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil calon presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno merespons positif keluarnya pertanyaan sebelum Debat Pilpres berlangsung. Keputusan KPU ini untuk memberikan pertanyaan dengan penjelasan yang diketahui kedua kubu, diharapkan bisa mendorong jawaban substanstif para pasangan calon.

"Saya ikut aja sama peraturan KPU. Harapan kami debat itu tidak saling serang menyerang tapi justru mengangkat gagasan dari masing-masing pasangan calon," kata Sandiaga di Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (6/1/2019).

Seiring pengalamannya dalam menjalani debat publik, lanjut Sandiaga, dirinya ingin tidak ada aksi seperti main kuis cerdas cermat dalam perhelatan acara yang terselenggara pada 17 Januri tersebut. Hal ini bertujuan, agar hal disampaikan dapat diserap oleh pemilih secara total.

"Jadi masyarakat tidak melihat seperti cerdas cermat, tidak melihat seperti cepat tepat atau tebak-tebakan, (ada) singkatan gitu-gitu, tapi lebih ke arah gagasan dan bagaimana menghadirkan pemerintahan kuat dengan pola kepemimipinan tegas," jelas Sandiaga.

Sebelumnya, KPU mengaku telah berkordinasi dengan ketua tim sukses pasangan calon terkait rilisnya daftar pertanyaan dalam Debat Pilpres 2019. KPU beranggapan hal ini bisa memberikan kisi-kisi soal seminggu sebelum hari H kepada tiap kandidat, agar substansi debat kembali pada khittahnya.

Diketahui, hal dilakukan KPU adalah model pertanyaan terbuka, sehingga soal disusun tidak hanya singkat, tetapi juga mengandung pemaparan. Ketua KPU Arief Budiman berharap, dengan adanya hal itu masing-masing pasangan calon tidak salah dan keluar jalur saat menjawab pertanyaan.

"Supaya tidak ada salah tafsir, jadi ada narasinya dulu baru pertanyaan," kata Arief di Mandari Hotel, Jakarta Pusat.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya