Megawati Gunakan Hak Suara Pemilu 2019 di Kebagusan

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan menggunakan hak pilihnya di daerah Kebagusan, Jakarta Selatan.

oleh Ratu Annisaa Suryasumirat diperbarui 17 Apr 2019, 06:46 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberi sambutan saat penyerahan KTA PDIP kepada tokoh agama, purnawirawan TNI-Polri, dan akademisi di Jakarta, Selasa (2/4). Sejumlah tokoh agama, purnawirawan TNI-Polri, dan akademisi menyatakan bergabung dengan PDIP. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan menggunakan hak pilihnya di daerah Kebagusan, Jakarta Selatan.

"Di kebagusan jam 10.00 WIB, dengan didampingi oleh putra-putri beliau, keluarga dekat, dan juga beberapa tokoh masyarakat yang tinggal di Kebagusan," ujar Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

PDIP, sambungnya, telah menyiapkan saksi di TPS melalui sistem badan saksi pemilu nasional yang dimilikinya.

"Kemudian TKN (Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin) juga punya sistem jamin sehingga kami saling bekerja sama satu sama lain, kami meyakini bahwa seluruh target-target, baik hitung cepat, rekapitulasi, akan dapat dilaksanakan dengan baik," tutur Hasto.

"Bahkan untuk koordinator di tingkat kecamatan pun sudah kami lakukan pelatihan," sambung dia. 

Saksikan video pilihan di bawah ini:


Bersihkan Alat Kampanye

Megawati saat mengunjungi Kebun Raya Kuningan, Jawa Barat, Jumat (5/4/2019). (Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

Hasto menyatakan, partainya juga telah berupaya untuk membersihkan alat peraga politik (APK) yang ada di berbagai daerah. Instruksi sudah diberikan kepada DPD partai agar APK diturunkan sendiri.

Menurut Hasto, hal ini guna menjaga kebersihan lingkungan.

"Kemudian alat peraga kampanye yang dibongkar oleh Satpol PP kami datangi, kami selamatkan bendera-bendera partai, karena bagi PDI Perjuangan dalam politik itu penting juga hemat, bendera itu masih bisa dipakai lagi," Hasto memungkasi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya