Sehatkan Jiwasraya, Kemenkeu Pastikan Tak Pakai APBN

Kementerian BUMN telah menyiapkan sejumlah skenario untuk menyehatkan kembali kondisi keuangan Jiwasraya.

oleh Arthur Gideon diperbarui 19 Nov 2019, 11:45 WIB
PT Asuransi Jiwasraya Persero).

 

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyatakan telah menyiapkan sejumlah skenario untuk menutup defisit likuiditas yang sedang dialami PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Meski pendanaan tidak berasal dari anggaran pendapatan dan belajar megara (APBN), namun Kementerian Keuangan tetap percaya diri bahwa masalah Jiwasraya dapat diselesaikan.

"Kalau ada kebutuhan modal tambahan, sejauh ini Kemenkeu meyakini bahwa penyelesaian Jiwasraya tidak perlu ada dari APBN," ujar Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata dikutip dari Antara, Selasa (19/11/2019). 

Isa menjelaskan, upaya penyehatan likuiditas Jiwasraya berada di bawah koordinasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku kuasa pemegang saham.

Berangkat dari hal itu, ia pun belum mengetahui kebutuhan likuiditas yang diperlukan oleh perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonesia ini.

"Nanti kita lihat. Saya belum lihat itu detailnya," kata Isa.

 


8 Investor

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengaku pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario untuk menyehatkan kembali kondisi keuangan Jiwasraya.

Satu di antaranya dengan mencari investor strategis untuk PT Jiwasraya Putra yang digadang-gadang akan menjadi salah satu skenario dari penyehatan perseroan.

"Masih due diligence dengan delapan investor. Semuanya investor asing," ujar Kartika.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya