Liputan6.com, Jakarta - Seorang pelajar di Inggris jadi korban penipuan penjual di toko online. Pelajar bernama Dre Twenti itu niatnya mau beli MacBook Pro, namun tertipu dan malah mendapatkan dua botol minuman limun.
Mengutip laman Ubergizmo, Rabu (4/3/2020), Dre Twenti rupanya mendapatkan tawaran untuk membeli MacBook Pro dengan harga murah.
Baca Juga
Advertisement
"Saya dan pacar saya didekati oleh seorang pria di pusat perbelanjaan di West Bromwich. Dia bertanya apakah saya mau membeli laptop. Saya sudah mau pergi, tetapi malah penasaran, ternyata produknya Apple MacBook Pro," kata Twenti.
Tidak hanya itu, Twenti juga memiliki beberapa barang lain yang ditawarkan, yakni tiga unit iPhone 11.
Karena menganggap bahwa harga yang ditawarkan orang pria tersebut sangat menggiurkan untuk sebuah MacBook Pro, Twenti pun tertipu.
Ia langsung pergi ke bank untuk menarik 700 pounds (Rp 126 jutaan), ditambah dengan 500 pounds dalam bentuk voucher dari JD Sports. Hal ini karena si pria penjual MacBook Pro itu mengatakan, ia berencana pergi ke JD Sports.
Penipuan
Twenti kemudian mengikuti si penjual itu ke mobilnya. Si penjual kemudian memberikan barang yang dijanjikan, memeriksa sebentar lalu pergi.
Nahasnya, begitu dia pulang dan sampai rumah, dia baru sadar sudah jadi korban penipuan. Alih-alih sebuah MacBook Pro, Twenti malah hanya mendapatkan dua botol minuman limun.
Tak jelas Twenti bisa mendapatkan uangnya kembali atau tidak. Namun, dari sini dia harusnya belajar, kalau barang yang harganya terlalu murah patut dicurigai.
(Tin/Ysl)
Advertisement