Tak Hiraukan Imbauan Belajar di Rumah, 100 Pelajar Terjaring saat Bermain Game di Warnet

Satpol PP Jakarta Barat, gencar razia warung internet (warnet). Sasarannya adalah pelajar yang tidak mentaati imbauan social distancing atau jarak sosial.

oleh Ady Anugrahadi diperbarui 19 Mar 2020, 10:19 WIB
Ilustrasi game online (thenextweb.com)

Liputan6.com, Jakarta - Satpol PP Jakarta Barat, gencar razia warung internet (warnet). Sasarannya adalah pelajar yang tidak mentaati imbauan social distancing atau jarak sosial.

Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat masih menemukan pelajar yang berkeliaran di warnet. Beberapa diantarnya bahkan asyik bermain game online.

Misalnya, pada Rabu (18/3/2020) sebanyak 200 personil Satpol PP dikerahkan untuk inspeksi mendadak ke 55 warnet. Hasilnya,100 pelajar terjaring.

"Kemarin seharian ada 55 warnet yang kami sambangi. Sampai saat ini pun terus di monitor," kata dia saat dihubungi, Kamis (19/3/2020).

Tamo menyatakan, dirinya tak mempermasalahkan pelajar mendatangi warnet. Asalkan, tujuannya untuk menambah ilmu atau berhubungan dengan tugas di sekolah.

"Kalau anak sekolah mau ngeprint atau mau belajar, kami biarkan," ujar dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:


Razia Terus Dilakukan

Tamo menyebut, razia akan terus belangsung selama masa tanggap darurat penanganan virus Corona atau Covid 19 berakhir. Dia menyatakan, inspeksi mendadak tidak hanya difokuskan ke warnet saja.

Tapi, ke tempat-tempat keramian seperti rental playstasion, pusat perbelanjaan dan lain sebagainya.

"Kami akan berikan imbauan-imbauan ke tempat-tempat keramaian supaya masyarkat banyak di rumah saja," tandas dia.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya