Pakar Kesehatan AS Tak Yakin Juli Jadi Puncak Corona COVID-19 di Indonesia

Selain vaksin, pertanyaan paling krusial tentang Virus Corona COVID-19 adalah kapan virus ini mencapai puncak, lalu melandai.

oleh Tommy K. Rony diperbarui 15 Apr 2020, 13:29 WIB
Juru Bicara Penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto saat konferensi pers Corona di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (10/4/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Pertanyaan penting dalam meredam Virus Corona COVID-19 adalah terkait kapan virus ini akan mencapai puncaknya (peaking) di suatu negara, sebelum kasusnya melandai. Berbagai negara di Eropa dan Amerika pun menantikan kapan epidemi Corona di negara mereka mencapai puncak. 

Lantas kapan Virus Corona COVID-19 memuncak di Indonesia? 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kasus di Indonesia akan memuncak pada Juli mendatang. Sementara, pakar internasional mengaku belum dapat mendeteksi kapan kasus Virus Corona jenis baru di Indonesia bisa mencapai puncak. 

"Sayangnya saya tidak memiliki jawaban tersebut. Sebelum empat atau lima bulan lalu, kita tidak tahu virusnya eksis. Jadi salah satu hal yang kita kerjakan bersama mitra kita di seluruh dunia adalah mempelajari bagaimana virus ini bekerja di negara-negara utara dan selatan," ujar John MacArthur, direktur Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dari Amerika Serikat yang berbasis di Thailand, Rabu (15/4/2020).

MacArthur mengatakan, kondisi di wilayah ASEAN relatif baik, karena populasi di wilayah ini hampir mencapai 10 persen warga dunia. Namun, jumlah kasus masih sangat kecil.

"Wilayah ini sudah mengambil langkah untuk membuat kurva pandemi menjadi rata, meski (ASEAN) memiliki 9 persen populasi dunia, kita hanya mengalami 1 persen kasus dan kematian yang kurang dari 1 persen," ujar MacArthur.

Pejabat internasional CDC lain meminta agar masyarakat ASEAN tetap mengutamakan social distancing. Oleh karena vaksin Virus Corona belum ada, gerakan preventif seperti cuci tangan menjadi penting.

"Kami memberi rekomendasi paket intervensi, lakukan banyak testing, dan isolasi orang-orang yang sakit," ucap Barbara Marston, International Task Force Lead di CDC. "Sering-seringlah cuci tangan. Apa yang ingin kita lakukan adalah memperlambat (penyebaran) ini," ujarnya.

Load More

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:


Survei: Pandemi Virus Corona COVID-19 Berakhir 4 Bulan Lagi

Pasien dan petugas medis memakai masker untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19 di luar NYU Langone Medical Center, New York, Amerika Serikat, Senin (13/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, total kasus COVID-19 global sudah menembus dua juta pasien. (AP Photo/John Minchillo)

urvei di enam negara mengungkap prediksi kapan pandemi Virus Corona (COVID-19) akan berakhir. Berdasarkan survei 6.566 orang, rata-rata menyebut epidemi ini akan berakhir pada 17 minggu atau sekitar empat bulan.

Dilaporkan kantor berita Yonhap, Senin 13 April 2020, tiap warga negara memiliki pandangan berbeda terkait kapan pandemi ini akan berakhir. Yang paling optimistis adalah warga China, mereka yakin pandemi selesai dalam sembilan minggu saja.

Enam negara yang disurvei adalah Korea Selatan (1.043 responden), Amerika Serikat (1.119), China (1.057), Jerman (1.131), Italia (1.093), dan Inggris (1.123).

Warga AS berkata pandemi Virus Corona akan berakhir dalam 15 minggu, sementara warga Italia dan Inggris memprediksi situasi baru membaik pada 22 minggu. Kematian akibat COVID-19 di Italia adalah tertinggi di Eropa dan kematian di AS tertinggi sedunia. 

Survei ini dilaksanakan oleh agensi public relations dan marketing FleishmanHillard Inc. secara online.

Berikut jawaban responden terkait prediksi kapan epidemi Virus Corona COVID-19 berakhir:

1. China: 9 minggu

2. Amerika Serikat: 15 minggu

3. Korea Selatan: 17 minggu

4. Jerman: 17 minggu

5. Italia: 22 minggu

6. Inggris: 22 minggu

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya