Dihantam Corona, Nilai Tukar Petani Masih Tumbuh Positif 0,49 Persen

Badan pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2020 adalah sebesar 100,09 persen.

oleh Pipit Ika Ramadhani diperbarui 03 Agu 2020, 13:10 WIB
Petani menimbang hasil panen sebelum dikirim ke tengkulak di persawahan kawasan Rorotan, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Lahan di persawahan Rorotan tidak seluruhnya milik petani, dari 420 hektare, hanya 29 hektare milik pribadi dan sisanya dimiliki oleh swasta. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Badan pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2020 adalah sebesar 100,09 persen. Atau naik 0,49 persen dibandingkan Juni 2020.

“Kalau menurut subsektor, NTP di seluruh sub sektor mengalami kenaikan kecuai untuk tanaman pangan dan hortikultura,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, Senin (3/8/2020).

Adapun penurunan untuk Tanaman Pangan yakni sebesar 25 persen menjadi 100,17 persen dari JUni sebesar 100,42 persen. Sementara Hortikultura, turun 0,74 persen menjadi 99,77 persen dari JUni sebesar 100,51 persen.

“Indeks harga yang dibayar petani juga turun tetapi penurunan indeks harga yang diterima petani jauh lebih tajam dibandingkan indeks harga yang dibayar petani. Sehingga terjadi penurunan disana. Penyebabnya adalah adanya penurunan harga gabah, kemudian juga penurunan harga jagung dan beberapa komoditas pangan lainnya,” jelas Kecuk menguraikan.

Tak jauh berbeda. Untuk hortikultura juga mengalami hal yang sama, yakni adanya penurunan indeks yang harus diterima dan dibayarkan petani. Hal ini juga disebabkan anjloknya harga komoditas seperti bawang merah, wortel, dan buah-buahan.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


NTP Perkebunan Rakyat

Petani menunjukkan padi hasil panen di persawahan kawasan Rorotan, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Untuk hasil panen, petani di Rorotan biasanya langsung menjual ke tengkulak yang memiliki pabrik tidak jauh dari lokasi sebelum akhirnya dipasarkan ke toko-toko di Jakarta. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sementara itu, NTP perkebunan rakyat mengalami kenaikan. Ini karena indeks harga yang dibayarkan petani mengalami kenaikan. “Terutama karena ada kenaikan harga untuk komoditas kelapa sawit dan karet,” kata Kecuk.

Lainnya, yang juga mencatat kenaikan yakni peternakan 1,68 persen, perikanan 0m69 persen nelayan 0,80 persen, dan pembudidaya ikan 0,52 persen.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya