Pekerja menyelesaikan produksi papan tulis di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Sempat terpuruk di awal Covid-19 akibat ditiadakannya kegiatan belajar di sekolah, industri papan tulis milik Ganda (45) ini menyiasati penjualan melalui e-Commerce agar usahanya tetap berproduksi. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Aktivitas pekerja saat menyelesaikan produksi papan tulis di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Selama pandemi covid-19, rata-rata dalam sehari sebanyak 15 buah papan tulis laris terjual berkat pemasaran online . (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Pekerja saat mengemas papan tulis yang telah dipesan pembeli melalui e-Commerce di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Harga papan tulis dibanderol mulai Rp40 ribu hingga Rp2 juta tergantung ukuran dan jenis yang diinginkan. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Pekerja merapikan papan tulis yang dipajang di depan toko di kawsan Jakarta, Rabu (3/3/2021). Sempat terpuruk di awal pandemi Covid-19 akibat ditiadakannya kegiatan belajar di sekolah, industri papan tulis milik Ganda (45) ini menyiasati penjualan melalui e-Commerce. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Pekerja merapikan papan tulis yang dipajang di depan toko di kawsan Jakarta, Rabu (3/3/2021). Selama pandemi, rata-rata dalam sehari sebanyak 15 buah papan tulis laris terjual berkat pemasaran online. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Pekerja saat mengemas papan tulis yang telah dipesan pembeli melalui e-Commerce di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Harga papan tulis dibanderol mulai Rp40 ribu hingga Rp2 juta tergantung ukuran dan jenis yang diinginkan. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Pekerja saat mengemas papan tulis pesanan di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Sempat terpuruk di awal pandemi Covid-19 akibat ditiadakannya kegiatan belajar di sekolah, industri papan tulis milik Ganda (45) ini menyiasati penjualan melalui e-Commerce. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)