Jokowi Resmikan Rumah Sakit Modular L.B Moerdani Merauke, Siap Dipakai PON XX Papua

Presiden Jokowi telah meresmikan Rumah Sakit Modular Jenderal TNI L.B Moerdani yang berlokasi di Distrik Margamulya, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

oleh Liputan6.com diperbarui 04 Okt 2021, 12:41 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Rumah Sakit Modular Jenderal TNI L.B Moerdani yang berlokasi di Distrik Margamulya, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Minggu (3/10/2021).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Rumah Sakit Modular Jenderal TNI L.B Moerdani yang berlokasi di Distrik Margamulya, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Minggu (3/10/2021). Pembangunan rumah sakit ini hasil Kerja sama Operasi (KSO) antara PT PP (Persero) Tbk dan PT Amarta Karya (Persero).

Rumah Sakit Modular Jenderal TNI L.B Moerdani milik Kementerian Pertahanan dilengkapi dengan fasilitas Kesehatan yang sangat lengkap seperti ruang rawat inap, isolasi, karantina, laboratorium, instalasi gawat darurat (IGD), radiologi, farmasi serta memiliki kapasitas 201 tempat tidur.

"Rumah Sakit Modular ini sangat dibutuhkan untuk membantu penanganan-penanganan masyarakat yang sakit dengan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan terjangkau,” ujar Jokowi saat peresmian, dikutip Senin (4/10/2021).

Presiden Jokowi menyampaikan fasilitas kesehatan dibutuhkan dalam masa pandemi virus corona (COVID-19). Terutama pada daerah yang sulit terjangkau dan nantinya fasilitas kesehatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebelumnya rumah sakit itu ditujukan untuk percepatan penanganan COVID-19.

Dalam peresmian ini, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya, dan Menteri Investasi Bahlil, serta dihadiri pula oleh Ketua DPR Puan Maharani.

Perlu diketahui, Rumah Sakit Modular Jenderal TNI L.B Moerdani dibangun oleh Kerja sama Operasi (KSO) antara PT PP (Persero) Tbk dan PT Amarta Karya (Persero) untuk penanganan COVID-19 di Merauke Papua

“Jadi selain untuk penanganan COVID-19, juga digunakan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Merauke dan tentunya akan digunakan juga untuk masyarakat Kota Merauke Papua,” kata Direktur Umum Amarta Karya, Nikolas Agung dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/10/2021).

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Dibangun 20 Hari

Alat pendukung perawatan pasien virus corona COVID-19 terlihat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). RS Darurat Penanganan COVID-19 dilengkapi dengan ruang isolasi, laboratorium, radiologi, dan ICU. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Nikolas Agung mengatakan, pembangunan Rumah Sakit Modular ini dibangun dalam waktu yang sangat singkat, yakni kurang lebih 20 hari.

“Ini adalah kali pertama, Amka turut berkontribusi membangun Rs Modular milik kemenhan. Diawal kami sudah berkomitmen untuk dapat menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Modular ini dengan memberikan hasil yang berkualitas dan diselesaikan secara tepat waktu, dan puji syukur alhamdulillah kami Amarta Karya dan PT PP dapat menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Modular ini dengan singkat dan tepat waktu. ini sebuah pencapaian kami yang sangat luar biasa dan merupakan bukti nyata dalam kontribusi penanganan COVID-19 di Indonesia khususnya di Kota Merauke Papua,” tutur Nikolas Agung.

Lebih lanjut, kata Nikolas RS Modular ini merupakan sinergi yang baik BUMN antara Amarta Karya dan PP. Apalagi, dalam kurun waktu 20 hari proyek tersebut rampung di kerjakan. “Serta kami bergandengan tangan dengan stakeholders terkait dalam keberlangsungan pembangunan Rumah Sakit ini,” ujar Nikolas. 

Sementara itu, berkenaan dengan hal tersebut Corporate Secretary Amarta Karya Pandhit Seno Aji pengerjaan Proyek RS Modular ini, mewujudkan unsur kolaborasi sesuai dengan core Value AKHLAK yang menjadi pedoman bersama.

“Alhamdulillah penyelesaian RSDC yang diberi nama RS Jenderal TNI L.B Moerdani, mendapat apresiasi dari keseluruhan stakeholders, utamanya dari Bapak Presiden dan Bapak Menhan. Kami sampaikan terima kasih kepada PT PP selaku partner KSO, Penyelesaian project ini membangkitkan optimisme bagi perseroan untuk selalu meningkatkan kompetensi dan adaptif dalam melihat setiap peluang, yang ujung nya berkontribusi secara aktif dalam pembangunan negara,” tutur Pandhit.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya