Liputan6.com, Beijing - China menguji rudal hipersonik berkemampuan nuklir pada Agustus lalu. Hal tersebut menunjukkan kemampuan yang mengejutkan intelijen AS, Financial Times melaporkan, mengutip lima sumber yang tidak disebutkan namanya.
Dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (18/10/2021) laporan pada Sabtu malam (16/10) mengatakan militer China meluncurkan roket yang membawa kendaraan luncur hipersonik yang terbang melalui ruang orbit rendah, mengelilingi dunia sebelum meluncur menuju sasarannya, yang meleset sekitar dua lusin mil.
Advertisement
“Tes tersebut menunjukkan bahwa China telah membuat kemajuan yang mencengangkan dalam hal senjata hipersonik dan jauh lebih maju daripada yang disadari para pejabat AS,” kata laporan itu, mengutip orang-orang yang diberi pengarahan tentang intelijen.
Kementerian pertahanan China tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui faks dari Reuters pada hari Minggu.
* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Uji Coba Rudal Hipersonik
Amerika Serikat dan Rusia juga mengembangkan rudal hipersonik, dan bulan lalu Korea Utara mengatakan telah melakukan uji coba rudal hipersonik yang baru dikembangkan.
Pada parade 2019, China memamerkan persenjataan canggih termasuk rudal hipersoniknya, yang dikenal sebagai DF-17.
Rudal balistik terbang ke luar angkasa sebelum kembali pada lintasan curam dengan kecepatan lebih tinggi.
Senjata hipersonik sulit untuk dipertahankan karena mereka terbang menuju target di ketinggian yang lebih rendah tetapi dapat mencapai lebih dari lima kali kecepatan suara - atau sekitar 6.200kmh (3.850 mph).
Advertisement