Sejumlah Kelompok Masyarakat di Amerika Serukan Boikot Tonton Olimpiade Beijing 2022

Aksi demonstrasi memprotes pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Beijing pecah di San Fransisco, AS.

oleh Tanti Yulianingsih diperbarui 04 Feb 2022, 18:35 WIB
Para pekerja mengantarkan gerobak berisi peralatan ke alun-alun komersial di Desa Olimpiade Musim Dingin, Beijing, China, Jumat, 24 Desember 2021. Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin 2022 akan diadakan mulai bulan Februari. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Liputan6.com, San Fransisco - Pembukaan ajang olahraga di China yang dikenal dengan Olimpiade Beijing 2022 berlangsung pada Jumat 4 Februari 2022. Sejumlah protes pun dilayangkan terkait momen tersebut.

Mengutip VOA Indonesia, Jumat (4/2/2022), suatu koalisi kelompok masyarakat – termasuk warga dari Hong Kong, Tibet dan Uighur – pada Kamis 3 Februari melangsungkan aksi demonstrasi memprotes pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Beijing, China. Aksi bertempat di Golden Gate Bridge San Fransisco itu juga menyerukan warga untuk tidak menonton pertandingan-pertandingan yang dilombakan.

Lobsang Chodon dari San Francisco Regional Tibetan Youth Congress mengatakan kepada Associated Press, "karena kita tidak dapat benar-benar melakukan banyak hal, saya menyerukan kepada semua orang untuk tidak menonton pertandingan Olimpiade."

Ditambahkannya, sedikitnya 13 organisasi HAM ikut berpartipasi dalam demonstrasi terkait Olimpiade Musim Dingin itu; sebagian besar berasal dari komunitas yang selama ini ditekan oleh pemerintah China, antara lain warga dari Hong Kong, Uighur, dan Mongolia.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Meski Diboikot, Olimpiade Beijing Tetap Berlangsung

Obor dalam Estafet Obor Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 di Taman Hutan Olimpiade di Beijing, ibu kota China, pada 2 Februari 2022. (Xinhua/Jia Haocheng)

Sejumlah demonstrasi berlangsung di San Fransisco menentang penyelenggaraan Olimpiade di Beijing.

Meskipun sebagian negara mengatakan tidak akan mengirim diplomat mereka ke Olimpiade, kompetisi itu tetap berlangsung.

Seorang demonstran lainnya, Lobsang Dorji, mengatakan “sejak Olimpiade tahun 2008 China berjanji akan membuka diri bagi hak asasi manusia di Tibet, tetapi hingga kini situasinya masih tetap sama... bahkan lebih buruk.”

Para demonstran juga menyerukan kepada atlet-atlet yang bertarung untuk menolak medali yang diberikan. Mereka menyebut medali-medali itu berlumuran darah.


Infografis Strategi Halang COVID-19 Demi Olimpiade Beijing 2022

Infografis Strategi Halang Covid-19 Demi Olimpiade Beijing 2022 (Liputan6.com/Triyasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya