Wijaya Karya Danai Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya Wilayah 2 Rp 100 Miliar

Wijaya Karya Industri Energi (WINNER) saat ini memerlukan pendanaan dalam bentuk non cash loan guna mendukung pelaksanaan proyek pembangunan PJUTS Wilayah 2

oleh Pipit Ika Ramadhani diperbarui 12 Okt 2022, 08:18 WIB
Logo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Liputan6.com, Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berikan fasilitas non cash loan kepada entitas anak, PT Wijaya Karya Industri energi (WINNER) senilai Rp 100 miliar.

WINNER saat ini memerlukan pendanaan dalam bentuk non cash loan guna mendukung pelaksanaan proyek pembangunan penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) Wilayah 2, pemenuhan kebutuhan material impor dan lokal untuk proyek tersebut, dan kebutuhan retail untuk produk water heater.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, perseroan mempunyai fasilitas dari salah satu mitra perbankan perseroan yang menyediakan fasilitas pinjaman untuk proyek di bidang energi baru terbarukan. Sehingga perseroan berencana memberikan non cash loan kepada WINNER sebanyak banyaknya Rp 100 miliar dengan kompensasi sebesar 0,75 persen per tahun atas nilai realisasi plafon.

“Berdasarkan perjanjian antara perseroan dan WINNER tentang pemanfaatan fasilitas non cash loan WINNER oleh perseroan pada 7 Oktober 2022, perseroan memberikan plafon pinjaman berupa pemanfaatan fasilitas non cash loan yang dapat dimanfaatkan oleh WINNER sebanyak-banyaknya sebesar Rp 100 miliar,” ungkap manajemen Wijaya Karya dalam keterbukaan informasi Bursa, Selasa (11/10/2022).

Perseroan dan PT WIjaya Karya Rekayasa Konstruksi saat ini merupakan pemegang saham PT Wijaya Karya Industri energi (WINNER) dengan kepemilikan perseroan 40 persen dan WRK 60 persen. Perseroan juga merupakan pemegang saham mayoritas WRK dengan kepemilikan sebesar 97,99 persen.

Pertimbangan dilakukannya transaksi ini adalah sebagai upaya perseroan untuk mendukung operasional Winner sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan dengan memberikan dukungan pinjaman fasilitas non cash loan.

Sehingga perseroan memperoleh imbal hasil berupa kompensasi penggunaan fasilitas pinjaman yang akan menambah pendapatan dan memberikan kontribusi positif terhadap keuangan perseroan.

 


Kontrak Baru Wijaya Karya

Paparan publik PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), Selasa (13/9/2022) (Foto: Liputan6.com/Agustina Melani)

Sebelumnya, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) telah meraih kontrak baru baru Rp 18 triliun dari target kontrak baru 2022 sebesar Rp 39 triliun.

"Sampai saat ini Rp 18 triliun, akhir tahun targetkan kontrak baru Rp 39 triliun," ujar Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk Agung Budi Waskito, saat paparan publik live 2022, Selasa, 13 September 2022.

Mengutip Antara, kontrak baru didominasi proyek pemerintah antara lain proyek pendukung pelaksanaan Presidensi G20 yang terdiri dari revitalisasi VVIP Bandara Halim Perdanakusuma, revitalisasi bandara VVIP I Gusti Ngurah Rai, preservasi jalan dan jembatan di Bali.

Preservasi itu meliputi ruas Simpang Pesanggaran-Nusa Dua, Jimbaran-Uluwatu dan Penataan Lanskap Bundaran, Pedestrian, serta Median Ruas Jalan Bandara Ngurah Rai.

Proyek pendukung lainnya antara lain proyek peningkatan, pembangunan jalan dan jembatan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari kontrak baru tersebut, PT Wijaya Karya Tbk mendapatkan dua proyek ibu kota nusantara (IKN) senilai Rp 1,1 triliun.

"Rp 1,1 triliun untuk dua proyek (IKN-red). Proyek tol dan rumah untuk pekerja mencapai Rp 1,1 triliun," kata dia.

Dua proyek itu antara lain proyek jalan tol Kariangau-Simpang Tempadung dan hunian untuk pekerja. Agung menuturkan, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah lelang beberapa paket pekerjaan yang sudah diteken kontrak dan sebagian besar lainnya dalam proses lelang.

 


Proyek IKN

Titik Nol IKN Nusantara yang kini disulap menjadi lebih cantik. (foto: Abdul Jalil)

"Ada dua yang kita dapat dan sudah mulai kerjakan di sana, pertama adalah jalan tol dari Kariangau sampai dengan Simpamng Tempadung, di mana pada hari ini telah diadakan pre construction meeting sehingga mulai pekan ini kita sudah memulai pelaksanaan untuk jalan tol tersebut," ujar dia.

Perseroan juga sudah ditunjuk dan mulai bekerja di IKN terkait proyek pembangunan hunian untuk pekerja. Wika melaksanakan pembangunan dengan memakai teknologi modular yang merupakan unggulan dari WIKA Gedung.

Teknologi ini memungkinan pembangunan dilakukan cepat dengan mutu dan estetika yang baik dengan kecepatan cukup tinggi.

"Di luar itu kita sedang memproses beberapa tender yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR, sehingga memang seperti sudah saya sampaikan target kita untuk IKN cukup besar karena merupakan anggaran dari pemerintah yang merupakan prioritas bagi WIKA," kata dia.

Ia menuturkan, proyek IKN menjadi daya tarik bagi Wijaya Karya sebagai pelaku usaha kontruksi. Terkait dengan persiapan, Wika telah mempersiapkan diri sangat baik di IKN mulai dari kantor di Kalimantan Timur.

 

 


Wijaya Karya Sebut Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai November 2022

Foto udara Slap Track atau bantalan rel di Pabrik Slab Track PT Wika Beton, Karawang, Jawa Barat, Rabu (18/5/2022). Produksi bantalan rel Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) membutuh 30.177 unit slab track. WIKA Beton memproduksi 14.786 unit yang rampung dua minggu lebih cepat dari yang sebelumnya dijadwalkan, yakni akhir Mei 2022. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, manajemen PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menyatakan perkembangan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 88 persen.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk, Agung Budi Waskito menuturkan,perkembangan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sangat baik. Pembangunan proyek kereta cepat itu sudah mencapai 88 persen. Pelaksanaan kereta cepat ini dilakukan dalam dua tahap.

"Pertama dalam rangka G20 kemungkinan akan uji coba ke Padalarang akhir November," kata dia saat paparan publik live 2022, Selasa, 13 September 2022.

Kemudian mulai beroperasi 2023, rencananya awal Juli 2022. "Rencana awal Juli kereta cepat Jakarta-Bandung sudah bisa dipergunakan," kata dia.

Saat ini perseroan sedang melakukan pekerjaan di Stasiun Halim dan Cawang. Diharapkan selesai Mei-Juli 2023.

Sementara itu, mengutip keterangan tertulis perseroan, saat ini Wijaya Karya tengah fokus menyelesaikan proyek infrastruktur penunjang yang dipercayakan kepada perseroan tersebar pada tiga titik yaitu DKI Jakarta, Bali dan Labuan Bajo, NTT.

Agung Budi Waskito menyampaikan komitmen WIKA untuk menjawab kepercayaan dengan menyelesaikan proyek sesuai dengan target yang ditetapkan. Keyakinan tersebut diperkuat dengan selesainya konstruksi proyek Revitalisasi Ruang VVIP.

Bandara Halim Perdana Kusuma pada akhir Agustus 2022. Bandara tersebut nantinya akan digunakan untuk menyambut tamu_tamu negara yang hadir pada presidensi G20.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya