Nusa Konstruksi Enjiniring Perkuat Bisnis di Sektor Energi

PT Nusa Konstruksi Enjiniring akan fokus pada salah satu proyek energi, yakni Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Tongar.

oleh Elga Nurmutia diperbarui 19 Des 2022, 19:24 WIB
Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) berupaya memperkuat bisnis di sektor energi pada 2023.

PT Nusa Konstruksi Enjiniring akan fokus pada salah satu proyek energi, yakni Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Tongar.

"Di bidang energi, salah satunya adalah Tongar. Mudah-mudahan Tongar ini pada Maret tahun depan kita sudah cod (tanggal beroperasi) ke PLN, sehingga bisa berproduksi," ujar Direktur Keuangan Nusa Konstruksi Enjiniring Pratoto S Raharjo dalam paparan publik, Senin (19/12/2022).

Pratoto berharap, PLTM Tongar sudah bisa beroperasi pada Maret 2023"Kemudian anak-anak perusahaan lain juga akan kita mulai. Jadi, Tongar mudah-an Maret sudah bisa kita cod," kata dia.

Selain itu, pada tahun depan diversifikasi masih energi yang kemarin-kemarin belum bisa berproduksi. Segmen energi ada juga properti.

Dari sisi kinerja, Nusa Konstruksi Enjiniring membukukan pendapatan Rp 275,47 miliar hingga kuartal III 2022 atau tumbuh 18,3 persen.

Di sisi lain, Nusa Konstruksi Enjiniring masih mengalami rugi bersih Rp 14,46 miliar atau turun 41 persen hingga kuartal III 2022 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 24,69 miliar.

DGIK mencatatkan kontrak baru hingga kuartal III 2022 sebesar Rp 814,7 miliar. Hal tersebut meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 167 miliar.

Kontribusi terbesar berasal dari proyek infrastuktur jalan seperti proyek Tol Solo – Jogja seksi 1, bangunan pendidikan, rumah sakit, high rise building, dan proyek pembangunan jalan kawasan.

Porsi proyek infrastruktur dalam portofolio kontrak perseroan meningkat signifikan sejalan dengan langkah transformasi bisnis perseroan untuk peningkatan di bisnis infrastruktur, pasca kehadiran PT Global Dinamika Kencana (GDK) sebagai pengendali baru.

 

 


Optimistis Pertumbuhan Kinerja 2023

Ilustrasi Laporan Keuangan atau Laba Rugi. Foto: Freepik/ pch.vector

Sebelumnya, PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) optimistis terkait pertumbuhan kinerja pada 2023.

Direktur Keuangan Nusa Konstruksi Enjiniring Pratoto S Raharjo mengatakan, pihaknya prediksi pertumbuhan kinerja 10-20 persen pada 2023.

"Jadi 2023 kita juga karena secara makro, global kondisinya tidak bagus. Tapi, kita yakin akan tetep bertumbuh antara 10 sampai 20 persen dengan kontrak yang kita pegang, kita yakin akan tetp bertumbuh," kata Pratoto dalam paparan publik, Senin (19/12/2022).

Pratoto menyebutkan, proyeksi laba DGIK diharapkan sampai akhir tahun ini tetep akan mendapatkan laba karena dengan kontrak-kontrak yang ada bisa mendapatkan pendapatan sampai Desember. 

"Tetep proyeksinya tahun ini mencatatkan laba. Target tahun depat otomatis minimal kita dengan kontrak itu, walaupun tahun depan kita tetap perusahaan beusaha mendapatkan kotrak-kontrak baru lagi kita juga menyelesaikan lagi," kata dia.

Dengan demikian, ia memperkirakan pendapatan dan laba usahanya naik secara signifikan pada tahun depan.

"Karena kontrak yang kita dapat harus lebih tinggi dari tahun ini. Labanya otomatis pasti mengikuti," ujar dia.

Selain itu, akuisisi yang dilakukan juga bisa menambah kemampuan Perseroan untuk mengerjakan infrastruktur.

"Dengan kita melakukan akuisisi terhadap PT Dirgantara Yudha Artha juga menambahkan kemampuan Perseroan untuk mengejrakan infrastruktur. Jadi, tadinya scopenya dapat menambah kapasitas dengan menggunakan alat kerja yang lebih dan sumber daya yang lebih dari akuisisi ini," kata dia.


DGIK Akuisisi 35 Persen Saham Dirgantara Yudha Artha

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) melalui anak usahanya PT Duta Buana Permata (DBP) akan membeli 35 persen saham PT Dirgantara Yudha Artha. Nilai transaksi akuisisi tersebut sebesar Rp 256,5 miliar.

Hal itu merupakan hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) selaku penilai independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pembelian itu merupakan tahapan awal dari proses sinergi lini bisnis konstruksi yang dimiliki PT Global Dinamika Kencana (GDK) untuk memperkuat lini bisnis konstruksi. Sinergi juga ditujukan untuk percepatan pertumbuhan lini bisnis konstruksi ke depannya yang seluruh di bawah Nusa Konstruksi Enjiniring.

Direktur Utama PT Nusa Konstruksi Enjinering Tbk Budi Susilo menuturkan,  konsolidasi ini merupakan bagian dari pertumbuhan inorganik yang mampu mendorong pertumbuhan secara eksponensial.

Dirgantara Yudha Artha merupakan perusahaan jasa konstruksi dengan spesialisasi infrastruktur, keahlian di proyek infrastruktur tersebut juga didukung lebih dari 300 alat berat yang dimiliki sehingga langkah sinergi ini memperkuat kinerja DGIK.

"Jadi dengan sinergi ini, maka sudah pasti kapasitas kami meningkat, baik dalam hal penambahan spesialisasi segmen konstruksi yang dimiliki maupun peningkatan sumber daya operasional konstruksi seperti peralatan konstruksi, sehingga peningkatan kapasitas akan memperbesar pertumbuhan perseroan ke depan,” ujar Budi dikutip dari keterangan tertulis, Senin (18/4/2022).

Ia menambahkan, pihaknya akan semakin agresif untuk menggarap proyek-proyek high rise building dan infrastruktur yang menjadi keahlian perseroan, tidak hanya di tanah air, bahkan  di luar negeri.


Target

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Dirgantara Yudha Artha (Dirgantara) merupakan perusahaan konstruksi yang sudah berdiri sejak 1990. Dengan spesialisasi pada konstruksi infrastruktur, Dirgantara sudah berpartisipasi dalam proyek-proyek konstruksi nasional, seperti infrastruktur bandara (Runway & Hangar), kawasan industri, jalan raya, jalan tol, dan yang terbaru dalam pembangunan proyek Tol Cikopo Palimanan.

Dirgantara memiliki wilayah operasional berdasarkan proyek yang sedang dan sudah dikerjakan tersebar di wilayah di Indonesia.

Selain segmen jasa konstruksi, Dirgantara juga menyediakan jasa sewa alat berat untuk mengoptimalkan monetisasi keunggulan peralatan konstruksi yang dimiliki oleh Perseroan.

Langkah konsolidasi ini berada dalam jalur yang tepat ditengah momentum pemulihan ekonomi secara global terkhusus ekonomi Indonesia dari dampak Pandemi Covid-19.

Permintaan jasa konstruksi akan pulih seiring dengan pergerakan ekonomi yang ekspansif mulai 2022. Selain keunggulan sumber daya, kapabilitas dan pengalaman dari portofolio proyek yang dimiliki, Perseroan juga telah berada dalam kondisi keuangan yang sangat baik, sehingga kondisi ini akan menjadi keunggulan bersaing bagi Perseroan di industri jasa konstruksi yang merupakan industri padat modal

"Tahun ini kami menargetkan, secara pencapaian pendapatan sudah bisa pulih seperti sebelum Covid. Artinya kami menargetkan bisa pulih lebih cepat, begitu juga untuk kedepannya. Kami optimis ekspansi yang kami lakukan baik secara organik maupun inorganik bisa menghasilkan pertumbuhan yang optimal”, ungkap Budi Susilo.

Perseroan menargetkan pendapatan mampu mencapai Rp1 triliun atau tumbuh 173 persen (YoY) dibandingkan periode sama tahun lalu, sementara untuk besaran pertumbuhan laba bersih ditargetkan bisa tumbuh di atas pertumbuhan pendapatan. Hal tersebut didasarkan pada upaya efisiensi dan efektifitas operasional yang konsisten dilakukan sehingga mampu menjaga performa profitabilitas

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya