Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir digadang menjadi figur calon wakil presiden (cawapres). Langkah tersebut mendapat respons positif masyarakat berbagai kalangan, Erick Thohir dinilai figur yang berhasil bangkitkan sektor ekonomi.
Tokoh Perempuan Tengerang Selatan Desy Handayani mengungkapkan, sebagai pemimpin Erick Thohir telah menunjukkan keberhasilan di Kementerian BUMN. Kepemimpinan Erick Thohir berhasil mendorong banyak kemajuan.
Advertisement
"Bapak Erick Thohir bisa mendampingi untuk kesejahteraan ekonomi rakyat kecil," kata Desy kepada wartawan, Sabtu (7/1/2023).
Dia memaparkan berkat kebijakan Erick Thohir BUMN kini berhasil bertransformasi, pendapatan BUMN konsisten meningkat dari Rp 13 triliun menjadi Rp 124,7 triliun. Bahkan di kuartal III 2022, laba BUMN sudah tercatat sebesar Rp 155 triliun.
Lebih dari itu raihan positif Erick Thohir lainnya selama tiga tahun memimpin Kementerian BUMN. Seperti, kontribusi BUMN dari sisi pajak, deviden, hingga PNBP sampat saat ini mencapai Rp 1.198 Triliun.
Atas dasar banyaknya pencapaian tersebut, lanjut dia, membuktikan Erick Thohir sebagai pemimpin yang punya hasil kerja nyata. Terutama dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Tanah Air.
"Pak Erick Thohir keren kinerjanya terasa," papar Desy.
Komitmen Berantas Korupsi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi figur calon wakil presiden (cawapres) dengan komitmen berantas korupsi Tinggi. Erick Thohir cerminkan sosok pemimpin yang teruji.
Ketua Taruna Merah Putih, Maruarar Sirait mengungkapkan, Erick Thohir menjadi figur yang dibutuhkan Indonesia di masa depan. Pemimpin dengan karakter tegas serta punya hasil kerja nyata.
"(Erick Thohir) Ini adalah pemimpin yang kita butuhkan yang berani mengatakan benar dan yang salah itu salah," kata Maruarar kepada wartawan, Kamis (5/1/2023).
Dia memaparkan, Erick Thohir mewujudkan karakter seorang pemipin yang berani. Terutama dalam mengungkap mega kasus korupsi seperti yang terjadi di Kementerian BUMN.
Erick Thohir, menurut dia, tidak pernah ragu untuk mengevaluasi setiap petinggi di BUMN. Seperti pegawai di Kementerian BUMN yang terbukti jelas melakukan kesalahan.
“Ada case di Indonesia seperti Asabri dan Jiwasraya, Itu case sudah lama banget dan merugikan sudah triliunan sudah gede banget," terang Maruarar.
Dia menyebut keberanian Erick Thohir dalammengungkap korupsi Asabri dan Jiwasraya patut diapresiasi. Lantaran telah merugikan negara, Asabri mencapai Rp22,78 triliun lalu Jiwasraya Rp16,8 triliun.
"Tapi Pak Erick Thohir secara sadar mempersilahkan aparat kejaksaan untuk memeriksa menuntaskan,” tandas Maruarar.
Karenanya, dia menilai, Erick Thohir telah berhasil menunjukkan sikap integritas seorang pemimpin. Lantaran upaya nyata mengusut tuntas kasus korupsi tersebut dengan menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.
Advertisement