10 Alasan Anda Tak Kunjung Bisa Menurunkan Berat Badan Menurut Ahli

Jika timbangan Anda tidak berfungsi, ada faktor yang berperan diluar selain kalori dan latihan kardio yang Anda lakukan.

oleh Fahmi Zaenal Mutakin diperbarui 09 Jul 2024, 12:07 WIB
Ilustrasi berat badan. (Image by Freepik)

Liputan6.com, Jakarta Berat badan adalah parameter penting dalam menilai kesehatan seseorang. Ini adalah jumlah total berat tubuh seseorang, yang terdiri dari berat tulang, otot, lemak, dan cairan tubuh lainnya.

Menjaga berat badan yang sehat penting untuk mencegah berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya. Menjaga berat badan juga akan membuat hidu Anda menjadi lebih lancar dan leluasa, dikarenakan Anda akan lebih kuat untuk melakukan aktivitas apapun.

Jika Anda pernah mencoba untuk menurunkan berat badan, Anda pasti tahu bahwa ini akan menjadi salah satu perjuangan dalam kehidupan.

Untuk mendapatkan berat badan yang ideal tentunya Anda harus memperhatikan asupan kalori Anda, menahan keinginan untuk ngemil yang dapat mengontrol berat badan Anda, sekaligus rutin olahraga dan meningkatkan gerakan tubuh harian Anda.

Namun, meski Anda merasa sudah melakukan segalanya dengan benar, terkadang angka timbangan tak kunjung turun.

Meskipun Anda tergoda untuk menyerah saat Anda tidak melihat kemajuan yang signifikan, Anda mungkin ingin mengatasi faktor-faktor lain terlebih dahulu, karena Anda mungkin tidak menyadari banyak alasan umum mengapa orang tidak bisa menurunkan berat badan.

Jika Anda penasaran tentang apa yang menghambat Anda untuk mencapai berat badan yang ideal, baca terus untuk mengetahui apa yang dikatakan oleh ahli gizi dan dokter tentang 10 alasan dan faktor umum mengapa orang kesulitan menurunkan berat badan, melansir dari Bestlifeonline.com, Rabu (03/04/2024)


1. Faktor Umur

Menelpon ibu kamu setiap hari ternyata bisa membuat dia panjang umur. Kok bisa? (Sumber Foto: Pinterest/Twenty20)

Ini mungkin tidak terlalu mengejutkan atau bisa dibilang wajar, karena memang seiring bertambahnya usia, semakin sulit untuk menurunkan berat badan.

"Semakin tua usia Anda, semakin sedikit massa otot yang Anda miliki pada tubuh Anda," kata Karla Robinson, MD, ahli medis dari perusahaan GoodRx.

Ia juga menjelaskan bahwa massa otot yang lebih rendah dapat menyebabkan metabolisme Anda melambat dan hal tersebut dapat menyimpan lemak dalam tubuh secara signifikan.

Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan memasukkan lebih banyak latihan kekuatan untuk membangun dan mempertahankan otot saran Robinson.


2. Siklus berat badan

Ilustrasi turunkan berat badan. (dok. Ketut Subiyanto/Pexels/Brigitta Bellion)

Jika Anda sering kehilangan dan bertambahnya berat badan selama bertahun-tahun, proses ini yang biasa dikenal sebagai "siklus berat badan".

Emily Van Eck, MS, ahli diet terlisensi, kepada Best Life.

"Semakin sering seseorang kehilangan dan menambah berat badan dalam jumlah yang signifikan, semakin besar risikonya untuk mengalami masalah kardiometabolik seperti resistensi insulin, peningkatan kolesterol, dan hilangnya massa tubuh," ucap Emily Van Eck, MS, ahli diet terlisensi, kepada Best Life.

Karen Louise Scheuner, MA, RDN, ahli gizi dan pelatih pola makan, juga menyoroti diet yo-yo (yaitu penurunan dan penambahan berat badan secara berulang-ulang)

"Hal ini akan menurunkan metabolisme pada setiap diet berikutnya, dan tubuh menjadi lebih efisien dalam menyimpan lemak untuk penyimpanan energi, karena diet adalah ancaman bagi sistem tubuh yang akan melawan kelaparan/kelaparan," kata Scheuner.

Ia juga menambahkan bahwa hal ini membuat upaya penurunan berat badan menjadi sangat menantang, bahkan mustahil bagi sebagian orang, terutama bagi pelaku diet kronis.


3. Ada faktor penyakit yang mendasarinya

Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/pixabay

Faktor penurunan berat badan lainnya yang berada di luar kendali diri Anda adalah penyakit yang Anda idapkan, hal ini dapat memberikan efek lebih besar pada berat badan Anda.

"Beberapa orang memiliki penyakit yang mendasari, seperti hipotiroidisme dan sindrom ovarium polikistik (PCOS), yang membuat mereka lebih sulit menurunkan berat badan," kata Robinson.

Kondisi kesehatan seperti ini dapat memengaruhi tingkat metabolisme dan kadar hormon, yang dapat menyulitkan dalam hal pengelolaan berat badan Anda.


4. Diet Fad

Ilustrasi diet. (Photo Copyright by Freepik)

Diet Fad merupakan diet yang mengharuskan Anda mengurangi atau menghilangkan satu komponen makanan harian, dan diet ini sudah menjadi trend beberapa waktu ini.

Namun, diet yang sedang tren ini sebenarnya bisa menimbulkan masalah yang lebih besar, terutama jika diet tersebut memaksa Anda untuk membatasi atau selektif dalam memilih makanan.

"Diet yang sedang tren tidak akan berhasil karena sering kali membatasi hal penting dikonsumsi untuk tubuh, mereka dapat mendorong Anda untuk tidak mengonsumsi seluruh kelompok makanan, seperti karbohidrat," ujar Nichole Dandrea-Russert, MS, RDN, penulis buku The Fiber Effect dan ahli gizi di perusahaan Purely Planted.

Ia juga menambahkan bahwa alih-alih menghilangkan karbohidrat sama sekali, penting bagi konsumen untuk memahami bahwa jenis karbohidrat itu penting.

Dan intinya: Jangan tinggalkan karbohidrat!, konsumsilah makanan utuh sumber karbohidrat yang memberikan banyak nutrisi untuk mendukung manajemen berat badan, seperti biji-bijian, buah, dan kacang-kacangan.


5. Kurang tidur

Ilustrasi sleep apnea, insomnia. (Image by Freepik)

Tidur merupakan salah satu bagian krusial dari berbagai aspek kesehatan kita, terutama dalam hal penurunan berat badan.

“Kualitas dan kuantitas tidur yang konsisten dapat berdampak pada penurunan berat badan," kata Robinson.

Meskipun sulit, mendapatkan setidaknya tujuh hingga sembilan jam tidur yang berkualitas setiap malam dapat berdampak positif pada metabolisme tubuh Anda dan membantu mengatur hormon yang memberi tahu tubuh bahwa Anda lapar sepanjang hari.

Selain itu, Anda mungkin juga akan mengonsumsi lebih banyak kalori ketika Anda tidak cukup tidur.

Dandrea-Russert menunjukkan hasil dari penelitiannya bahwa kurang tidur juga dapat meningkatkan asupan kalori sebanyak 250 kalori per hari, karena kurang tidur meningkatkan keinginan untuk makan dan dapat menyebabkan Anda memilih makanan yang tidak sehat.


6. Stres

Ilustrasi stres, kecewa, sedih. (Image by jcomp on Freepik)

Stres adalah hal lain yang membuat penurunan berat badan menjadi lebih sulit bagi sebagian orang.

"Stres dapat meningkatkan kadar kortisol," ucap Dandrea-Russert.

Ia menjelaskan bahwa kortisol yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan tidur, yang dapat merugikan peran metabolisme dan Anda terbangun dala, keadaan lapar, hal ini akan menyebabkan Anda mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Melisa Pfeister, ahli gizi bersertifikat dari Stanford Medicine dan pendiri Stripped With Melissa, juga menunjukkan bahwa beberapa orang ada yang disebut “pemakan stres” yang berarti mereka menggunakan makanan untuk meredakan stres dalam hidup mereka.


7. Faktor genetik

Ilustrasi ibu melahirkan anak. (unsplash.com/@solenfeyissa)

Meskipun Anda dapat mengatasi stres dengan olahraga dan meditasi, Anda akan mendapatkan hal yang mendasari dari genetik keluarga Anda.

Satu hal yang mungkin tidak Anda sadari pengaruhnya adalah penurunan berat badan.

"Genetika memainkan peran penting dalam sensitivitas tubuh terhadap kenaikan berat badan," kata Robinson.

Ia menambahkan bahwa sifat genetik yang diwariskan termasuk bagaimana tubuh menyimpan lemak, tingkat metabolisme, dan kapasitas energi untuk berolahraga. Anda mungkin juga mewarisi penyakit yang membuat penurunan berat badan menjadi sulit.


8. Serat yang tidak tercukupi

Ilustrasi kacang dan biji berserat tinggi. (Photo by Maddi Bazzocco on Unsplash)

Dandrea-Russet menambahkan daftar kekurangan asupan serat menjadi salah satu faktor Anda sulit untuk menurukan berat badan

"Serat dapat mencegah sembelit dan membantu manajemen berat badan karena kemampuannya untuk mengenyangkan dengan cepat, juga membuat Anda merasa kenyang dengan waktu yang cukup lama. Serat juga sangat penting untuk kesehatan usus dan membantu memproduksi asam lemak rantai pendek di usus besar dengan memberi makan bakteri sehat pada usus kita,” ucapnya.

Faktanya, sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa asupan serat yang lebih tinggi berhubungan dengan penurunan berat badan.


9. Pola pikir

The Moon. (Sumber foto: unsplash.com)

Kita harus memiliki pikiran yang kuat jika ingin tubuh kita kuat, dan untuk melakukannya, kita harus menyadari bahwa penurunan berat badan bukanlah perjuangan yang cocok untuk semua orang.

Pfeister menunjukkan bahwa masalah besar dengan aplikasi penurunan berat badan dan diet adalah bahwa mereka tidak mengontrol stres dan emosi yang secara langsung memengaruhi seberapa banyak dan apa yang kita makan.


10. Lingkungan yang tidak sehat

Agar tampil glowing dan sehat kamu harus memperhatikan makanan yang masuk. (Foto: Freepik.com)

Sejalan dengan pola pikir, jika lingkungan dan orang-orang dalam hidup Anda tidak mendukung tujuan Anda, kemungkinan besar Anda akan kesulitan untuk mencapai berat badan yang Anda inginkan.

"Kita seringkali tergiru akan makanan olahan, iklan makanan, makanan ringan, dan sebagainya, tapi kita bisa menahan diri untuk tidak membawa makanan tersebut ke dalam rumah. Jadikan rumah Anda sebagai zona aman dan jauhkan makanan pemicu," saran dari Dickerson.

Kelilingi diri Anda dengan berbagai makanan sehat dan simpanlah makanan-makanan tersebut di bagian depan dan tengah kulkas atau dapur Anda. Buatlah daftar pilihan makanan sehat untuk dibawa pulang atau diambil di restoran agar Anda tidak kewalahan memasak

Hal yang sama berlaku untuk orang-orang di sekitar Anda. Dickerson merekomendasikan untuk bergabung dengan "kelompok orang-orang yang berpikiran sama" yang akan membuat Anda termotivasi.

Infografis Kiat Makan Sehat Kala Lebaran (Liputan6.com/M. Iqbal)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya