Viral Video Diduga Turis Indonesia Rusak Bunga Sakura di Jepang, Pahami Etikanya Biar Tidak Memalukan di Negeri Orang

Viral sebuah video di dunia maya yang menampilkan rombongan turis diduga asal Indonesia tengah menggoyang-goyangkan dahan hingga merusak bunga sakura di Jepang. Bagaimana etika dalam menikmati bunga nasional Jepang tersebut?

oleh Rusmia Nely diperbarui 14 Apr 2024, 10:00 WIB
Tangkapan layar aksi perusakan bunga sakura di Jepang. Video pertama kali diunggah di Facebook pada 11 April 2024 dan diunggah kembali di Instagram pada 13 April 2024. (dok. Facebook Japan Travel Tips & Planning via Instagram @kanankiri.traveler/https://www.instagram.com/reel/C5qT6hKvMFs/?utm_source=ig_web_copy_link/Rusmia Nely)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang menampilkan rombongan diduga turis Indonesia yang merusak bunga sakura viral di sosial media. Video singkat itu merekam aksi seorang pria dari rombongan menggoyang-goyangkan dahan tanaman tersebut hingga bunga-bunganya rontok dan berjatuhan. 

"Yah jatuh," ucap si perekam video yang juga bagian dari rombongan turis vandal tersebut sambil tertawa cekikikan.

Video yang awalnya diunggah di grup Facebook Japan Travel Tips & Planning pada 11 April 2024 dan dibagikan kembali oleh akun Instagram @kanankiri.traveler pada 13 April 2024 itu, juga menampilkan sebuah tangkapan layar percakapan di kolom komentar unggahan di grup Facebook tersebut.

"Bahasa apa yang mereka tuturkan?" tanya seorang pengguna Facebook.

"Saya tanya kepada pria tersebut dan dia bilang Indonesia. Saya kaget ketika melihat mereka melakukannya," balas seorang pengguna anonim yang membagikan video tersebut. 

Pengunggah juga mengatakan bahwa kejadian itu terjadi di Kota Nara, dua hari sebelum ia membagikan video, yaitu 9 April 2024. Kelakuan tidak sopan itu sontak panen hujatan dari netizen Indonesia. Banyak dari mereka merasa marah dan malu melihat kelakuan kelompok pelancong tersebut.

"SDM rendah 😀 percuma you punya money banyak tapi gabisa ajarin yang baik buat anak² you 😢," ucap seorang penulis komentar di Instagram.

"Minimal kalo gak pernah bikin malu di Indonesia, gausah malu maluin di negri orang," sahut yang lainnya, marah.

Lalu, bagaimana etikanya ketika sedang menikmati bunga sakura yang di Jepang dikenal sebagai tradisi hanami itu?

2 dari 4 halaman

Etika Memandang Bunga Sakura di Jepang

Ilustrasi bunga sakura (dok.unsplash/akira deng)

Dikutip dari laman cathaypacific.com, Minggu (14/04/2024), ada beberapa etika yang harus diperhatikan ketika menikmati keindahan bunga tradisional Jepang atau yang disebut sebagai hanami. Pertama, jangan rakus dalam mengambil tempat untuk melihat-lihat. Biasanya, lokasi untuk menikmati bunga sakura terbatas pada area tertentu. Jadi, jangan sampai orang lain merasa terganggu dengan keberadaan kita.

Kedua, jika ingin piknik dan membawa tikar, bawalah sesuai dengan jumlah rombongan yang ada. Jangan tinggalkan tikar di taman tersebut tanpa pengawasan karena akan diambil dan disita oleh pengelola taman.

Ketiga, pohon sakura sangat lembut, jangan sampai kita duduk atau berdiri di atas akar-akarnya. Hal paling penting adalah jangan sekali-sekali berani untuk menyentuh kelopak dan dahannya sebab bunga ini hanya boleh dikagumi dari kejauhan.

Keempat, cuaca musim semi di Jepang tidak menentu. Karena itu, jangan lupa membawa pakaian hangat jika ingin menikmati yozakura (melihat sakura di malam hari).

Ada beberapa tempat pilihan yang bisa dikunjungi oleh turis untuk menikmati bunga sakura di beberapa kota di Jepang. Berikut adalah daftar rekomendasinya:

 

3 dari 4 halaman

5 Tempat Terbaik untuk Menikmati Bunga Sakura di Jepang

Menurut National Park Service, puncak mekar bunga sakura ini adalah momen ketika 70 persen bunga di tersebut mekar secara bersamaan. (AP Photo/Jacquelyn Martin)

 

Tokyo: Kegiatan hanami di Tokyo bisa ditemukan di dekat Sungai Meguro di Nakameguro. Di sini terdapat galeri, butik, dan kafe berlimpah yang nyaman untuk dijadikan tempat bersantai sambil menikmati sakura bermekaran. Area ini tidak ada bandingannya ketika dijadikan lokasi hanami, dengan gugusan pohon tabebuya yang berjajar sepanjang aliran sungai hingga sepanjang 2 km. Area ini  juga memberikan pengalaman yozakura (melihat sakura di malam hari).

Nagoya: Di kota ini terdapat sebuah taman dengan 'terowongan' sakura yang menakjubkan di area Kurokawa no Sakura. Di area ini, turis bisa berjalan-jalan di bawah kanopi dari bunga sakura yang lebat.

Osaka: Kuil Daigoji, Kyoto, adalah tujuan utama untuk menyaksikan bunga sakura jika sedang berada di Osaka. Kuil ini terkenal dengan pesta hanami mewah yang dianggap oleh penduduk setempat sebagai kuil nomor satu untuk melihat bunga sakura di Kyoto meskipun jauh dari kota.

Kanazawa: Di kota ini, turis bisa mengagumi sakura di Jalan Rumah Teh Kazuemachi di sepanjang Sungai Asano. Dikenal sebagai Kyoto Kecil, kota ini menawarkan sensasi melihat 'selimut' sakura yang menutupi aliran Sungai Asano seperti di film-film.

Sapporo: Kuil Hokkaido jadi tempat hanami terbaik di Sapporo. Berisikan kuil bersejarah dan taman yang dipenuhi oleh 1.400 lebih pohon sakura, Kuil Hokkaido sangat cocok untuk turis yang ingin memiliki suasana Jepang yang romantis dan autentik.

4 dari 4 halaman

Jadwal Munculnya Sakura pada 2024

Pengunjung melihat bunga sakura musiman dari jembatan penyeberangan di distrik Roppongi di Tokyo, Kamis, 31 Maret 2022. Banyak orang berjalan di bawah pohon untuk menikmati bunga dan kelopak Sakura yang jatuh daripada minum dan makan sambil duduk. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Dilansir dari kanal Global Liputan6.com, Japan Meteorological Corporation (JMC) pada Rabu, 10 Januari 2024 telah merilis ramalan cuaca mengenai kapan dan di mana bunga sakura akan mekar.

"JMC telah memperkirakan tanggal berbunga dan mekar penuh pohon sakura Yoshino di sekitar 1.000 lokasi tempat tumbuhnya bunga sakura," kata agensi tersebut di situsnya, seperti dikutip CNA, Kamis 11 Januari 2024.

Bunga sakura pertama pada 2024 akan muncul di Kochi pada 18 Maret, menurut JMC, dan mekar penuh pada 26 Maret 2024. Pada 21 Maret, bunga ini akan muncul di Fukuoka dan Nagoya, dengan mekar penuh masing-masing pada 30 Maret dan 31 Maret.

Wisatawan hanya dapat melihat sekilas kelopak bunga berwarna merah muda ini di Tokyo pada 23 Maret, dan diperkirakan akan mekar penuh pada 30 Maret. Di wilayah Kyoto dan Osaka, pohon-pohon diperkirakan mulai berbunga masing-masing pada 23 Maret dan 25 Maret.

Bunga sakura di kedua kota tersebut diperkirakan akan mekar penuh pada 1 April. Sementara itu, Sapporo harus menunggu hingga 2 Mei, dan mekar penuh di ibu kota wilayah Hokkaido tersebut diperkirakan akan terjadi pada 6 Mei 2024.

Wisata urban adalah wisata yang menjadikan ruang-ruang publik kota dan pengalaman hidup di perkotaan sebagai atraksi utama. (Dok: Liputan6.com/Trisyani)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya