Nyanyikan Rockin' in the Free World, Menlu AS Berusaha Bangkitkan Semangat Rakyat Ukraina

Optimisme yang disampaikan Blinken dinilai berbanding terbalik dengan kondisi di medan perang Ukraina.

oleh Khairisa Ferida diperbarui 15 Mei 2024, 10:12 WIB
Menlu Amerika Serikat Antony Blinken membawakan "Rockin' in the Free World" bersama band lokal Ukraina di bar Barman Dictat di Kyiv, Selasa (14/5/2024). Blinken berusaha menggalang semangat rakyat Ukraina menghadapi serangan baru Rusia yang sengit. (Dok. Brendan Smialowski/Pool Photo AP)

Liputan6.com, Kyiv - Antony Blinken pada hari Selasa (14/5/2024) berusaha membangkitkan semangat warga Ukraina yang murung menghadapi serangan baru Rusia yang sengit, meyakinkan mereka selama kunjungannya ke Kyiv bahwa mereka tidak sendirian.

Setelah seharian melakukan pertemuan dengan para pejabat senior, tokoh masyarakat sipil, dan mahasiswa, di mana menteri luar negeri Amerika Serikat (AS) itu meminta agar mereka tidak berkecil hati, Blinken naik ke panggung Barman Dictat bar di ibu kota Ukraina. Dia bermain gitar dan menyanyikan "Rockin' in the Free World" bersama band lokal.

Pertunjukan Blinken dan serangkaian komentar optimistisnya tentang prospek medan perang Ukraina merupakan penjajaran yang mengejutkan dibanding apa yang digambarkan para analis bahwa saat ini adalah momen paling berbahaya bagi Ukraina sejak invasi besar-besaran Rusia pada Februari 2022. Pasukan Rusia telah menguasai sebagian besar wilayah di sepanjang perbatasan timur laut Ukraina dan ribuan warga sipil di wilayah Kharkiv telah melarikan diri dari serangan yang semakin intens.

Kepada para pemimpin Ukraina selama kunjungan ke Kyiv, Blinken menuturkan, meskipun bantuan militer AS telah lama tertunda sehingga membuat mereka rentan terhadap serangan militer Rusia yang baru, lebih banyak persenjataan akan datang, bahkan beberapa sudah tiba.

Blinken, yang melakukan perjalanan keempat ke Kyiv sejak perang dimulai, turut mengecam Presiden Rusia Vladimir Putin karena meremehkan tekad Ukraina untuk melawan.

"Kita bertemu pada saat yang kritis," kata Blinken kepada para mahasiswa di Kyiv Polytechnic Institute, seperti dikutip dari kantor berita AP, Rabu (15/5). "Beberapa minggu dan bulan mendatang akan menuntut banyak warga Ukraina, yang telah banyak berkorban. Saya datang ke Ukraina dengan pesan: Anda tidak sendirian."

Dia menolak anggapan bahwa waktu ada di pihak Putin.

"Putin salah – waktu ada di pihak Ukraina," ujar Blinken. "Seiring dengan berlanjutnya perang, Rusia kembali ke masa lalu. Ukraina sedang bergerak maju."

Bagaimanapun, kenyataan di lapangan adalah bahwa pasukan Rusia telah merebut sekitar 100 hingga 125 kilometer persegi dalam beberapa hari terakhir di wilayah timur laut Kharkiv, termasuk setidaknya tujuh desa. Penduduk telah meninggalkan sebagian besar desa tersebut, namun pertempuran ikut mengusir ribuan warga desa lainnya.

Dalam upaya mengambil keuntungan dari kekurangan tenaga kerja dan senjata di Ukraina sementara bantuan baru dari AS sedang dalam perjalanan, pasukan Rusia melakukan upaya untuk bergerak lebih jauh ke wilayah Donetsk yang sebagian diduduki. Staf umum Ukraina dalam laporannya menyebutkan, fokus utama serangan Rusia pada hari Selasa adalah Pokrovsk, tepat di dalam perbatasan Ukraina di Donetsk.

"Kami tahu ini adalah masa yang penuh tantangan," kata Blinken kepada Zelenskyy setelah dia tiba dengan kereta malam dari Polandia.

Namun, Blinken menambahkan bahwa bantuan militer AS akan membuat perbedaan nyata melawan agresi Rusia di medan perang.


Ukraina Berterima Kasih, tapi Butuh Lebih Banyak Bantuan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Menlu AS Antony Blinken dalam pertemuan di Kyiv pada Selasa (14/5/2024). (Dok. Kantor Presiden Ukraina via AP)

Kongres AS menyetujui paket bantuan yang telah lama tertunda pada bulan lalu, mengonfirmasi USD 60 miliar bantuan untuk Ukraina, yang sebagian besar akan digunakan untuk mengisi kembali sistem artileri dan pertahanan udara yang sudah sangat terkuras. Sejak itu, pemerintahan Joe Biden telah mengumumkan bantuan militer jangka pendek sebesar USD 1,4 miliar dan dukungan jangka panjang sebesar USD 6 miliar.

Zelenskyy berterima kasih kepada Blinken atas bantuan tersebut, namun dia mengatakan diperlukan lebih banyak lagi, termasuk dua sistem pertahanan udara Patriot untuk melindungi Kharkiv.

"Rakyat sedang diserang: warga sipil, pejuang, semuanya. Mereka berada di bawah rudal Rusia," tutur Zelenskyy.

Artileri, pencegat pertahanan udara, dan rudal balistik jarak jauh telah dikirimkan, beberapa di antaranya sudah dikirim ke garis depan, kata seorang pejabat senior AS yang melakukan perjalanan bersama Blinken dan berbicara kepada wartawan tanpa menyebut nama.

Serangan terbaru Rusia di Kharkiv adalah serangan perbatasan paling signifikan sejak masa-masa awal perang, setelah beberapa bulan ketika garis depan sepanjang sekitar 1.000 kilometer nyaris tidak bergerak.

Menurut pihak berwenang ebih dari 7.500 warga sipil telah dievakuasi dari daerah tersebut. Pada saat yang sama, pasukan Kremlin memperluas serangan mereka ke wilayah perbatasan utara Sumy dan Chernihiv, kata para pejabat Ukraina, dan tentara Ukraina yang kalah jumlah dan persenjataan berjuang menahan mereka.

Pasukan bertempur dari jalan ke jalan di pinggiran Vovchansk, salah satu kota terbesar di wilayah Kharkiv, kata Gubernur daerah Oleh Syniehubov di televisi nasional.

"Dua warga sipil tewas dalam penembakan Rusia pada hari Selasa," ungkap Syniehubov.

Juru bicara kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa Liz Throssell merespons situasi Kharkiv dengan mengatakan, "Kami sangat prihatin atas penderitaan warga sipil di Ukraina. Di wilayah Kharkiv, situasinya sangat buruk."

Rusia dalam beberapa pekan terakhir juga melancarkan serangan luas terhadap infrastruktur energi Ukraina. Operator jaringan listrik tegangan tinggi nasional, Ukrenergo, mengatakan pihaknya memulai "penutupan darurat terkendali" untuk industri dan rumah tangga karena kekurangan listrik yang signifikan dalam sistem akibat penembakan Rusia dan peningkatan konsumsi akibat cuaca dingin.


Sempat Menyantap Piza

Serangan rudal Rusia menghantam sebuah bangunan apartemen di Kharkiv, Ukraina, pada Selasa (14/5/2024). (Dok. AP Photo/Andrii Marienko)

Kepada Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal, Blinken menegaskan AS akan mendukung Ukraina setelah perang berakhir.

"AS bertekad untuk membantu Ukraina sukses – sukses dalam kemenangan di medan perang namun juga berhasil ... membangun Ukraina yang sekuat mungkin," tutur Blinken.

Namun penundaan bantuan AS, terutama sejak perang Israel Vs Hamas menyibukkan para pejabat tinggi pemerintahan AS, telah memicu kekhawatiran mendalam di Ukraina dan Eropa. Blinken, misalnya, telah mengunjungi Timur Tengah sebanyak tujuh kali sejak perang di Jalur Gaza dimulai pada bulan Oktober, sementara kunjungan terakhirnya ke Ukraina adalah pada bulan September.

Dalam kunjungan teranyarnya ke Kyiv, Blinken pergi bersama Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba untuk makan siang di restoran piza yang didirikan oleh para veteran Ukraina. Dia menyebut tempat itu luar biasa.

Pada kunjungan Blinken di bulan September, keduanya makan di restoran McDonald’s yang baru dibuka kembali.

Blinken dan pejabat AS lainnya mengatakan meskipun ada beberapa kemunduran baru-baru ini, Ukraina masih bisa meraih kemenangan signifikan. Hal ini termasuk merebut kembali sekitar 50 persen wilayah yang direbut pasukan Rusia pada bulan-bulan awal perang, meningkatkan kedudukan ekonomi dan hubungan transportasi serta perdagangan, salah satunya melalui keberhasilan militer di Laut Hitam yang diklaim melemahkan kekuatan Armada Laut Hitam Rusia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya