Aktivitas Terganggu karena Nyeri Leher? Atasi dengan Cervical Disc Replacement (CDR)

Nyeri leher menjadi salah satu kondisi kesehatan yang membuat area di sekitar leher menjadi nggak nyaman.

oleh stella maris diperbarui 10 Jul 2024, 11:15 WIB
Ilustrasi nyeri leher/Canva.com

Liputan6.com, Jakarta Nyeri leher menjadi salah satu kondisi kesehatan yang membuat area di sekitar leher menjadi nggak nyaman. Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi, Konsultan Tulang Belakang, dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K)Spine dari RS EMC Tangerang mengatakan, rasa nyeri di leher membuat kondisi tubuh nggak ideal dan sering jadi penghalang dalam melakukan aktivitas.

Menurut dr. Harmantya, ada beberapa hal yang menjadi gejala nyeri di leher. Mulai dari leher kaku, sakit kepala, nyeri yang menjalar ke bahu atau lengan. Juga kelemahan pada bahu, lengan, tangan atau kaki, termasuk mati rasa atau sensasi 'ditusuk-tusuk jarum' di lengan.

Jika kamu merasakan salah satu atau beberapa keluhan tersebut, kemungkinan, kata dr. Harmantya, ada masalah di leher. Hal itu disebabkan karena terjadi degenerasi diskus atau ada problem di cakram tulang leher yang bertindak sebagai peredam kejut dan membantu pergerakan leher, membungkuk, dan memutar dengan nyaman atau saraf terjepit di tulang leher (cervical).

Penanganan Nyeri Leher dengan CDR

Ilustrasi penanganan nyeri leher. Shutterstock/Pepermpron)

Jika nyeri di leher mulai mengganggu aktivitas disertai keluhan lain, dan dibiarkan berlarut-larut, tentunya kondisi tersebut dapat mengganggu kualitas hidupmu. Jika mulai merasa nggak nyaman karena nyeri di leher, segera berkonsultasi ke Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Tulang Belakang, untuk mendapatkan tindakan yang paling tepat.

Nah, untungnya perkembangan ilmu kedokteran yang semakin maju, melahirkan teknik penanganan nyeri leher, yaitu Cervical Disc Replacement (CDR) atau operasi penggantian diskus cervical. Ini adalah prosedur revolusioner yang mengubah kehidupan penderita nyeri leher kronis dan gejala-gejala terkait, untuk menjadi lebih baik.

dr. Harmantya menjelaskan, cara kerja teknik CDR ini dengan mengangkat diskus cervical yang sakit dan menggantinya dengan diskus buatan. Jadi, ketika ruang di antara tulang belakang menjadi terlalu sempit, bagian dari tulang belakang atau diskus cervical dapat menekan sumsum tulang belakang atau saraf tulang belakang, sehingga menyebabkan rasa sakit, mati rasa, atau kelemahan.

Dalam proses atau tindakan CDR, nantinya dokter membuat sayatan kecil di leher (1-2 inci) dan mengakses diskus cervical yang sakit atau diskus. Semua sisa-sisa diskus akan diangkat, termasuk dan terutama bagian diskus yang menekan saraf.

Tulang tulang belakang di atas dan di bawah area yang sakit akan dipersiapkan untuk menerima diskus buatan. Setelah tulang belakang siap, diskus cervical buatan akan ditempatkan di antara tulang-tulang tulang belakang dengan posisi yang tepat. Luka bedah kemudian ditutup untuk meminimalkan munculnya bekas luka.


Alasan CDR Jadi Solusi Terbaik untuk Nyeri Leher

  1. Minimal Invasif. Salah satu manfaat signifikan dari penggantian diskus servikal adalah bahwa ini adalah prosedur minimal invasif. Ini berarti sayatan yang lebih kecil, kerusakan jaringan yang lebih sedikit, dan waktu pemulihan yang lebih cepat dibandingkan dengan operasi fusi tulang belakang konvensional
  2. Minimal nyeri pasca operasi dan dapat segera beraktifitas
  3. Mempertahankan gerakan alami
  4. Penggantian diskus servikal dapat mempertahankan gerakan alami tulang belakang. Hal ini membantu menjaga kesehatan tulang belakang leher secara keseluruhan dan mengurangi kemungkinan degenerasi segmen yang berdekatan
  5. Waktu Pemulihan Lebih Cepat. Pasien yang menjalani penggantian diskus cervical biasanya mengalami waktu pemulihan yang lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang menjalani fusi tulang belakang. Hal ini sebagian disebabkan oleh sifat prosedur yang minimal invasif dan mempertahankan gerakan tulang belakang yang alami. Banyak pasien dapat kembali bekerja dan beraktivitas normal beberapa saat setelah operasi
  6. Mengurangi Risiko Degenerasi Segmen yang Berdekatan. Penggantian diskus cervical secara signifikan mengurangi risiko ini dengan mempertahankan gerakan pada tingkat yang dirawat, sehingga meminimalkan tekanan pada segmen yang berdekatan
  7. Hasil Jangka Panjang yang Lebih Baik. Penelitian telah menunjukkan bahwa pasien yang menjalani penggantian diskus cervical seringkali memiliki hasil jangka panjang yang lebih baik, termasuk mobilitas leher yang lebih baik, berkurangnya rasa sakit, dan kemungkinan lebih rendah untuk memerlukan operasi tambahan di masa depan
  8. Tingkat keberhasilan tinggi
  9. Cocok untuk Berbagai Tingkat. Penggantian diskus cervical dapat dilakukan pada berbagai tingkat tulang belakang leher, sehingga menjadi pilihan serbaguna bagi pasien dengan degenerasi diskus bertingkat. Fleksibilitas ini memungkinkan dokter untuk mengatasi masalah tulang belakang yang kompleks dengan lebih efektif
  10. Lebih Aman. Prosedur ini memiliki risiko infeksi, pendarahan, dan komplikasi bedah lainnya yang sangat kecil. Selain itu, penggunaan teknik dan teknologi bedah yang canggih juga meningkatkan keamanan operasi CDR.

Nah, jika kamu memiliki keluhan di area tulang belakang di antaranya di bagian leher atau cervical, segera konsultasikan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas mumpuni dan dokter berpengalaman. Kamu bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi, Konsultan Tulang Belakang, dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K)Spine dari RS EMC Tangerang.

Sekadar informasi, Spine Center RS EMC Tangerang sukses melakukan lebih dari 5000 tindakan operasi tulang belakang dan melayani pasien dari dalam dan luar negeri. Informasi lebih lanjut hubungi Marketing: 0818-0818-0812 (Ekha).

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya