BPBD DKI: 3 RT di Penjaringan Jakarta Utara Masih Terendam Banjir Rob

BPBD DKI Jakarta melaporkan bahwa genangan banjir rob di wilayah Jakarta Utara sudah berangsur surut. Saat ini, jumlah wilayah yang terdampak banjir rob tersisa 3 RT di Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

oleh Nafiysul QodarTim News diperbarui 16 Nov 2024, 15:36 WIB
Ilustrasi - Warga melintasi banjir rob yang merendam Kompleks Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta, Minggu (7/6/2020). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa genangan banjir rob di sejumlah titik wilayah Jakarta Utara (Jakut) sudah berangsur surut pada Sabtu (16/11/2024) siang. Namun masih ada tiga RT yang terendam banjir rob.

"Kami catat genangan saat ini mengalami penurunan dari lima rukun tetangga (RT) menjadi tiga RT," kata Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji seperti dikutip dari Antara, Sabtu.

Menurut dia, banjir rob masih merendam tiga RT di Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter (cm) hingga 60 cm.

Sementara wilayah yang sudah surut pada Sabtu siang yakni dua RT di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Selain itu, genangan air di Jalan RE Martadinata di depan Jakarta International Stadium (JIS), Kelurahan Papanggo Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara juga sudah mulai surut.

Isnawa memastikan, BPBD DKI Jakarta tetap mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan berkoordinasi dengan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat serta para lurah dan camat setempat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," katanya.

 


Potensi Banjir Rob pada 14-21 November 2024

Pengendara sepeda motor mendorong kendaraannya melewati banjir rob di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (7/12/2021). Banjir rob setinggi satu meter memutus Jalan Kerapu yang menghubungkan Ancol-Pluit. (merdeka.com/Arie Basuki)

BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.

"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," ucapnya.

Berdasarkan siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat peringatan dini banjir pesisir (Rob) pada tanggal 14 November - 21 November 2024.

Hal itu diakibatkan adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase bulan baru yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir (Rob) di wilayah pesisir utara Jakarta.

"Pada Sabtu (16/11) ini pasang air laut menyebabkan Pintu Air Pasar Ikan Bahaya/Siaga 1 pada Sabtu (16/11) pukul 10.00 WIB. Hal tersebut menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta," kata Isnawa.

Infografis Fenomena Perigee Biang Keladi Banjir Rob di Pantura Jawa. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya