Liputan6.com, Washington D.C.: Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) Rodrigo de Rato memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia mencapai lima persen dalam tiga dekade terakhir. Proyeksi itu jauh lebih tinggi dari April silam, sebesar 4,6 persen. Rato mempublikasikan soal itu di Washington D.C, Amerika Serikat, Kamis (30/9), sebelum sidang tahunan IMF digelar.
Sementara pertumbuhan ekonomi Cina pada 2004, mencapai sembilan persen atau dua persen lebih tinggi dari target yang ditetapkan pemerintah Cina. Sedangkan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi karena harga minyak dunia naik dan masih tingginya suku bunga, IMF mendesak AS, Eropa, dan Jepang agar ikut berperan memperbaiki kondisi ekonomi dunia [baca: Dana Moneter Internasional Menyambut Kedaulatan Irak].
Di lain pihak, Presiden Bank Dunia James Wolfensohn mengingatkan dunia tentang berbagai masalah yang hingga kini masih belum tuntas, seperti kemiskinan, kerusuhan, dan terorisme. Menurut Wolfensohn, hal ini dapat mengganggu pelaksanaan program perbaikan ekonomi seperti yang terjadi di Irak.(DNP/Sud)
Sementara pertumbuhan ekonomi Cina pada 2004, mencapai sembilan persen atau dua persen lebih tinggi dari target yang ditetapkan pemerintah Cina. Sedangkan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi karena harga minyak dunia naik dan masih tingginya suku bunga, IMF mendesak AS, Eropa, dan Jepang agar ikut berperan memperbaiki kondisi ekonomi dunia [baca: Dana Moneter Internasional Menyambut Kedaulatan Irak].
Di lain pihak, Presiden Bank Dunia James Wolfensohn mengingatkan dunia tentang berbagai masalah yang hingga kini masih belum tuntas, seperti kemiskinan, kerusuhan, dan terorisme. Menurut Wolfensohn, hal ini dapat mengganggu pelaksanaan program perbaikan ekonomi seperti yang terjadi di Irak.(DNP/Sud)