Liputan6.com, Jakarta- Demi menutupi kebutuhan dalam negeri, Indonesia terus membuka keran impor termasuk untuk sayuran dan buah-buahan. China menjadi salah satu dari banyak negara yang masih mencatatkan dominasinya sebagai pemasok sayur dan buah-buahan ke negara ini.
Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dihimpun Liputan6.com, seperti ditulis Senin (10/3/2014), total nilai impor sayuran dari beberapa negara pada Januari 2014 sebesar US$ 36,33 juta. Jumlah ini menurun dibanding bulan sebelumnya senilai US$ 59,24 juta.
Sementara pasokan sayur dari China ke Indonesia sepanjang bulan pertama tahun ini sebesar US$ 26,83 juta atau menyusut dari periode Desember 2013 sebesar US$ 32,80 juta.
Sedangkan realisasi impor buah-buahan dari China sebesar US$ 52,94 juta di Januari ini. Nilai impor itu melonjak hampir separuhnya dari posisi akhir Desember lalu yang sebesar US$ 27,41 juta.
Realisasi impor dari China di awal tahun ini merupakan angka tertinggi dari total impor buah-buahan keseluruhan sebesar US$ 64,10 juta atau naik dibanding Desember 2013 sebesar US$ 58,01 juta.
Berikut nilai impor sayuran dan buah-buahan dari beberapa negara ke Indonesia pada Januari 2014:
Sayuran
1. China
Nilai impor : US$ 26,83 juta
Berat : 34,78 juta kilogram (kg)
2. Myanmar
Baca Juga
Nilai impor : US$ 780,19 ribu
Berat : 878,62 ribu kg
3. Australia
Advertisement
Nilai impor : US$ 2,27 juta
Berat : 4,53 juta kg
4. Kanada
Nilai impor : US$ 383,13 ribu
Berat : 1 juta kg
5. Negara lainnya
Nilai impor : US$ 5,52 juta
Berat : 8,24 juta kg
Buah-buahan
1. China
Nilai impor : US$ 52,94 juta
Berat : 42,70 juta kg
2. Amerika Serikat
Nilai impor : US$ 3,02 juta
Berat : 1,11 juta kg
3. Thailand
Nilai impor : US$ 2,89 juta
Berat : 2,37 juta kg
4. Australia
Nilai impor : US$ 380,03 ribu
Berat : 144,04 ribu kg
5. Vietnam
Nilai impor : US$ 798,39 ribu
Berat : 541,04 ribu kg
6. Negara lainnya
Nilai impor : US$ 4,07 juta
Berat : 3,77 juta kg