Liputan6.com, Jakarta - Tuan rumah olimpiade menggelontorkan ratusan triliun rupiah untuk membangun banyak infrastruktur. Tujuannya, untuk mendukung perhelatan akbar yang diikuti seluruh negara di dunia itu.
Tahun ini, giliran Brasil. Dikabarkan Olimpiade Rio 2016 ini menghabiskan biaya hingga US$ 11,5 miliar atau sekitar Rp 149,5 triliun. Itu menjadikan Olimpiade Rio menjadi olimpiade ke-4 termahal sepanjang sejarah. Sementara yang pertama adalah China, yang menggelontorkan US$ 40 miliar kala melangsungkan Olimpiade Beijing di 2008.
Biaya itu digunakan untuk membangun sarana pra sarana, infrastruktur utama pendukung pesta olaharaga tersebut, seperti stadion, lapangan dan lainnya. Selain itu, tuan rumah juga banyak meningkatkan atau bahkan membangun fasilitas publik seperti bandara, kereta, jalan tol dan lainnya.
Advertisement
Namun persoalannya, tak semua infrastruktur peninggalan olimpiade itu berumur panjang. Ya, Â bangunan itu kini terbengkalai tak digunakan.
Lantas, di mana saja bangunan-bangunan tersebut?
1. Athena, Yunani
Sebanyak 21 dari 22 bangunan yang digunakan dalam olimpiade Athena di 2004 kini terbengkalai dan jarang dipakai. Masyarakat marah karena hal itu, di waktu yang sama negara tengah berupaya lepas dari resesi dan krisis utang.
Sejumlah bangunan yang terbengkalai contohnya seperti lapangan yang kering dan gersang yang dulu dipakai untuk olahraga softball. Kemudian infrastruktur seperti jembatan yang dibangun untuk menghubungkan ke stadion baseball pun ditutup. Halatsi Hall yang menjadi tempat pertandingan tenis meja dan senam, kini dipagari dan terbengkalai.
2. Berlin, Jerman
2. Berlin, Jerman
Desa olimpiade atau semacam wisma atlet di Elstal, Jerman yang dibangun untuk mendukung olimpiade 1936 di Berlin dianggap sebagai desa olimpiade yang tertua yang masih ada. Namun, banyak gedung atlet itu kini terbengkalai sejak ditinggalkan oleh tentara Soviet pada 1992. Hanya 25 dari 145 gedung yang kini tersisa.
Kampung atlet ini adalah tempat tinggal bagi 4.000 atlet dari 50 negara yang berkompetisi dalam gelaran olimpiade tersebut. Kemudian itu digunakan sebagai barak untuk tentara Jerman setelah olimpiade berakhir.
Setelah perang berakhir di 1945, tempat ini ditinggali oleh tentara Soviet selama 50 tahun. Pada 2012, banyak gedung yang tidak direnovasi.
3. Sarajevo, Bosnia Herzegovina
Di 1984, mata dunia tertuju pada Yugoslavia, yang kini disebut Bosnia untuk olimpiade musim dingin ke XIV. Sekarang, banyak venue atau bangunan bekas perhelatan akbar tersebut hancur dan terbengkalai. Beberapa disebabkan karena penghancuran saat perang sipil Bosnia.
Memang banyak venue yang tidak sengaja menjadi tempat perang, menurut The Atlantic. Beton dan trek untuk salah satu cabang olahraga digunakan oleh gerilyawan Serbia sebagai parit.
Beberapa venue di Olimpiade Sarajevo juga dihancurkan oleh cuara buruk. Di 2012, atap dari Stadion Grbavica yang menjadi tempat olahraga ice skating, hancur dihantam oleh salju berat yang turun terus menerus.
Berikut sejumlah foto lain yang menunjukkan bahwa banyak bangunan bekas olimpiade yang kini terbengkalai:
Advertisement
Galeri Foto
Â
Â
Â
Stadion bekas Olimpiade Atlanta 1996 dihancurkan di 1997
Â
 Olimpiade Beijing 2008
(Zul/Ndw)