Liputan6.com, Jakarta - Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengeluhkan sepinya pengunjung bioskop hingga memasuki akhir September 2021 ini. Djonny menyebut, saat ini, tingkat pengunjung di bioskop masih di bawah 10 persen.
Padahal, izin operasional pembukaan bioskop sendiri sudah diterbitkan sejak 16 September 2021 lalu dan berlaku kepada kabupaten/kota yang telah menerapkan PPKM Level 2 dan 3.
"Pengunjung masih belum memuaskan, masih di bawah 10 persen lah. Belum ramai walau udah di buka dari sebelumnya (tanggal 16 September)," ujarnya saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (24/9).
Advertisement
Djonny menerangkan, rendahnya tingkat kunjungan masyarakat ke bioskop lantaran kesulitan untuk mengakses aplikasi PeduliLindungi. Mengingat, tidak semua masyarakat mempunyai ponsel pintar.
"Terutama bagi masyarakat yang di daerah-daerah itu kan, tidak semua punya ponsel. Banyak juga yang hp nya jadul, kemudian mereka juga mungkin belum memahami cara memahami cara mengoperasikannya, ini cukup mempengaruhi kunjungan," paparnya.
Meski begitu, Djonny menyebut, syarat penggunaan PeduliLindungi untuk bioskop di kota besar bukanlah suatu masalah serius. Sebab, penggunaan ponsel pintar oleh warganya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
"Jadi, persoalan PeduliLindungi lebih banyak di daerah," ungkapnya.
Â
Baca Juga
Â
* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Pengecualian untuk Bioskop Daerah
Oleh karena itu, dia meminta kepada pemerintah untuk memberikan pengecualian penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengunjung di bioskop daerah.
"Jadi, saya harap ditinjau ulang buat daerah. Kalau bisa pengecualian (bioskop) di daerah-daerah, kebanyakan masyarakatnya middle low juga," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, bioskop akan dibuka pada daerah yang menerapkan PPKM level 3 dan 2. Bioskop pada daerah level tersebut dibuka dengan kapasitas 50 persen.
"Pembukaan bioskop dengan kapasitas 50 persen pada kota-kota level 3 dan 2 namun dengan kewajiban menggunakan aplikasi PeduliLindungi dengan penerapan protokol kesehatan ketat," kata Luhut saat konferensi pers PPKM, Senin (20/9).
Luhut mengatakan, daerah yang masih kategori kuning dalam aplikasi PediluLindungi dibolehkan masuk bioskop dengan kapasitas 50 persen. Awalnya, hanya kategori hijau yang boleh membuka bioskop.
"Kategori kuning, hijau dapat memasuki area bioskop, yang tadinya hijau saja, sekarang kita bisa masuk dengan kuning," jelasnya
Advertisement