Liputan6.com, Jakarta - Industri keuangan seluruh dunia tengah menanti rencana penurunan suku bunga Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (Fed). Banyak prediksi penurunannya akan dilakukan bertahap mulai Maret nanti. Â
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar juga ikut meramal penurunan bunga Fed. Mahendra melihat sepanjang tahun ini Fed akan menurunkan bunga hingga 75 basis poin.
Baca Juga
"Bank sentral Amerika mengisyaratkan akan menurunkan suku bunga acuan kebijakan sebesar 75 basis poin di tahun 2024," kata Mahendra dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Desember 2023 di Jakarta, Selasa (9/1/2024).
Advertisement
Langkah Fed menurunkan suku bunga acuan akan memberikan dampak positif bagi emerging market, seperti Indonesia. Emerging market merupakan istilah untuk mengklasifikasikan suatu negara yang sedang bertransisi menjadi negara maju.
Mengingat, kebijakan pemangkasan suku bunga acuan AS oleh Fed akan mendorong kembali aliran modal asing masuk ke negara-negara emerging market. Sehingga, akan memperkuat pasar keuangan global termasuk Indonesia.
"Ekspektasi penurunan suku bunga di Amerika Serikat akan mendorong kembalinya aliran dana masuk ke emerging market," tegas Mahendra.
Meski demikian, terdapat sejumlah ancaman yang masih akan mengintai laju perekonomian global di tahun 2024 ini. Antara lain ketegangan geopolitik antara Israel dan Palestina yang terus berlanjut hingga memasuki awal tahun ini.
"Pasar juga mencermati perkembangan geopolitik ke depan seperti eskalasi ketegangan di Laut Merah imbas dari konflik Palestina - Israel," pungkas Mahendra.
Reporter: Sulaeman
Sumber: Merdeka.com
The Fed Beri Sinyal Bakal Pangkas Suku Bunga pada 2024
Sebelumnya, Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga untuk ketiga kalinya berturut-turut dalam pertemuan yang berakhir pada Rabu, 13 Desember 2023.
Di sisi lain, the Fed bersiap memangkas suku bunga pada 2024 dan seterusnya. Dengan berkurangnya inflasi dan ekonomi yang bertahan, pengambil kebijakan di the Federal Open Market Committee (FOMC) dengan suara bulan memutuskan pertahankan bunga acuan 5,25 persen-5,5 persen. Demikian mengutip dari laman CNBC, Kamis (14/12/2023).
Seiring keputusan tetap mempertahankan suku bunga, anggota komite prediksi setidaknya tiga kali penurunan suku bunga pada 2024, dengan asumsi kenaikan 25 basis poin. Jumlah itu kurang dari harga pasar, tetapi lebih agresif dari apa yang diindikasikan oleh pejabat sebelumnya.
Pasar telah antisipasi secara luas keputusan untuk tetap mempertahankan suku bunga itu yang dapat mengakhiri siklus kenaikan suku bunga sebanyak 11 kali, mendorong suku bunga the Fed ke level tertinggi lebih dari 22 tahun.
Â
Advertisement
4 Kali Pemangkasan
Namun, terdapat ketidakpastian mengenai seberapa ambisius FOMC melonggarkan kebijakan moneter. Di sisi lain, seiring keputusan tersebut, indeks Dow Jones melonjak lebih dari 400 poin, melampaui 37.000 untuk pertama kalinya.
Dot plot komite mengenai ekspektasi masing-masing anggota menunjukkan empat kali pemangkasan suku bunga pada 2025. Kemudian tiga kali pengurangan suku bunga pada 2026 sehingga akan menurunkan suku bunga menjadi 2-2,25 persen, mendekati perkiraan jangka panjang.
Mengutip CNN, sejumlah ekonom menuturkan, tahap terakhir perjuangan atasi inflasi akan menjadi tahap tersulit the Fed. Dalam konferensi pers, ketua the Fed Jerome Powell kembali menegaskan, kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin dilakukan.Â