Liputan6.com, Jakarta Di tengah kondisi ekonomi yang semakin tidak menentu, mengandalkan satu sumber penghasilan saja bisa menjadi risiko besar. Ketidakpastian di dunia kerja, ancaman resesi, hingga naiknya harga kebutuhan pokok membuat banyak orang mulai berpikir ulang tentang cara mereka mengelola keuangan.
Salah satu strategi yang bisa membantu menjaga kestabilan finansial adalah dengan memiliki sumber penghasilan tambahan atau multiple streams of income.
Perencana Keuangan Andy Nugroho menekankan pentingnya memiliki penghasilan lebih dari satu, terutama untuk menghadapi kondisi ekonomi yang tidak bisa diprediksi.
Advertisement
"Langkah bijaknya kalau kita bisa punya stream income lainnya. In case, jaga-jaga seandainya ternyata income utama kita bermasalah dan terhenti, ya kita masih punya cadangannya lagi," ujar Andy kepada Liputan6.com, ditulis Selasa (25/3/2025).
Ancaman PHK
Menurutnya, banyak orang masih beranggapan bahwa memiliki satu pekerjaan atau satu sumber pendapatan saja sudah cukup. Padahal, situasi bisa berubah sewaktu-waktu, misalnya karena pemutusan hubungan kerja (PHK), penurunan gaji, atau bisnis yang tidak berjalan sesuai harapan.
Jika tidak ada sumber pendapatan cadangan, kondisi keuangan seseorang bisa langsung terpuruk dan sulit untuk pulih.
Selain sebagai langkah antisipasi menghadapi keadaan darurat, Andy juga menjelaskan bahwa penghasilan tambahan bisa membantu seseorang mencapai tujuan keuangan lebih cepat.
Dengan adanya pemasukan ekstra, seseorang dapat lebih mudah menabung untuk kebutuhan masa depan, seperti membeli rumah, dana pendidikan anak, atau persiapan pensiun.
"Misalnya pun ternyata, oh sebenarnya dari income utama saya sudah mencukupi. Kenapa saya harus punya stream income ataupun sumber penghasilan lainnya? Ya lumayan kan buat nambah-nambah tabungannya. Karena kita hidup juga tidak cuma sekarang, untuk di masa mendatang juga," jelasnya.
Banyak Cara Dapat Side Income
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk mendapatkan penghasilan dari pekerjaan sampingan atau freelance.
Misalnya, seseorang yang memiliki keahlian menulis bisa menawarkan jasa sebagai penulis lepas, atau mereka yang mahir dalam desain grafis bisa membuka layanan desain untuk berbagai keperluan bisnis.
Selain itu, memulai usaha kecil-kecilan juga bisa menjadi pilihan. Dengan modal yang relatif kecil, seseorang bisa membuka bisnis online, menjual produk di marketplace, atau menawarkan jasa yang banyak dibutuhkan, seperti katering, laundry, hingga jasa titip (jastip).
Investasi juga menjadi salah satu bentuk penghasilan tambahan yang bisa memberikan keuntungan jangka panjang. Dengan menanamkan modal di instrumen investasi seperti saham, reksa dana, atau properti, seseorang bisa memperoleh passive income yang terus berkembang seiring waktu.
Advertisement
Perhitungan Matang
Namun, Andy mengingatkan bahwa investasi harus dilakukan dengan perhitungan matang dan pemahaman yang cukup agar tidak berisiko merugi.
"Yang penting jangan asal ikut-ikutan. Harus pahami dulu instrumen investasi yang dipilih, risikonya seperti apa, dan pastikan sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing," pungkasnya.