Liputan6.com, Jakarta Harga emas naik pada perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta). Kenaikan harga emas dunia didukung oleh permintaan safe-haven di tengah ketidakpastian atas rencana tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk minggu depan yang berpotensi meningkatkan inflasi.
Dikutip dari CNBC, Rabu (26/3/2025), harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD 3.020,06 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,3% menjadi USD 3.025,90.
“Investor khawatir dengan keadaan dunia, terutama kebijakan AS saat ini, sehingga mereka membeli emas sebagai aset alternatif karena khawatir pemerintah AS dapat membawa dunia ke dalam resesi global,” kata Mitra Pengelola CPM Group Jeffrey Christian.
Advertisement
Harga emas, yang secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, telah naik lebih dari 15% tahun ini dan mencapai puncak sepanjang masa di USD 3.057,21 pada tanggal 20 Maret.
Trump mengatakan tidak semua pungutan yang diancamnya akan diberlakukan pada tanggal 2 April dan beberapa negara mungkin mendapat keringanan. Financial Times mengatakan presiden sedang mempertimbangkan rezim tarif dua tahap minggu depan.
Kebijakan tarif Trump secara luas diperkirakan akan membebani pertumbuhan ekonomi, memicu ketegangan perdagangan lebih lanjut, dan meningkatkan inflasi.
Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic mengatakan, ia memperkirakan hanya satu pengurangan seperempat poin persentase dalam suku bunga acuan Fed pada akhir tahun, menyusul keputusan Federal Reserve AS minggu lalu untuk mempertahankan suku bunga sambil mengisyaratkan pemotongan setengah poin persentase akhir tahun ini.
Para investor kini menanti data Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS yang akan dirilis pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah kebijakan Fed selanjutnya.
“Peluang penurunan suku bunga tampaknya sedikit berkurang dan secara keseluruhan saya pikir masih sangat bullish untuk logam inflasi seperti emas ... Saya akan mengatakan level berikutnya mungkin sekitar USD 3.125,” kata Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Futures, Daniel Pavilonis.
Sementara itu, Amerika Serikat mengatakan telah membuat perjanjian terpisah dengan Ukraina dan Rusia untuk memastikan navigasi yang aman di Laut Hitam dan untuk menerapkan larangan serangan terhadap fasilitas energi di kedua negara.
Selain harga emas, harga perak spot naik 1,9% menjadi USD 33,61 per ons, platinum naik 0,5% menjadi USD 978,15, dan paladium naik 0,4% menjadi USD 955,0.
Ternyata Ini yang Bikin Harga Emas Makin Mahal
Sebelumnya, harga emas masih menyita perhatian masyarakat. Pasalnya harga emas ini terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Lantas apa saja yang membuat harga emas naik turun? Berikut ulasannya:
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi harga emas perhiasan meliputi harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, permintaan dan penawaran, biaya produksi, margin keuntungan penjual, dan kadar emas (karat). Harga emas dunia merupakan faktor eksternal yang sangat berpengaruh. Kenaikan harga emas dunia biasanya akan diikuti oleh kenaikan harga emas di pasar domestik.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berperan penting karena sebagian besar transaksi emas internasional dilakukan dalam dolar AS. Pelemahan rupiah akan cenderung meningkatkan harga emas dalam rupiah. Permintaan dan penawaran juga merupakan faktor penentu harga. Permintaan yang tinggi akan mendorong harga naik, sementara penawaran yang melimpah akan menekan harga.
Biaya produksi, termasuk desain, pengerjaan, dan bahan tambahan, juga mempengaruhi harga jual emas perhiasan. Penjual juga akan menambahkan margin keuntungan mereka ke dalam harga jual.
Terakhir, kadar emas (karat) juga menentukan harga. Emas 24 karat, yang merupakan emas murni, akan memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan emas 14 karat.
Advertisement
Harga Emas Coba Tembus USD 3.030
Harga emas dunia mengalami sedikit kenaikan dan berusaha untuk melanjutkan rebound dari level psikologis USD 3.000 pada akhir pekan lalu. Pada perdagangan Selasa (25/3/2025) ini, harga emas berada di kisaran USD 3.011, didorong oleh pelemahan dolar AS setelah mengalami pemulihan selama tiga hari dari level terendah multi-bulan.
Sentimen pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) menjadi faktor utama yang menopang pergerakan harga emas saat ini.
Analis Dupoin Indonesia Andy Nugraha menjelaskan, berdasarkan kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini, tren bearish pada emas masih cukup kuat. Proyeksi pergerakan harga emas hari ini menunjukkan potensi penurunan hingga level USD 3.000.
"Namun, jika harga gagal menembus level tersebut dan justru mengalami rebound, maka kenaikan emas berpeluang mencapai target terdekat di USD 3.030," jelas dia dalam keterangan tertulis, Selasa (25/3/2025).
Di sisi lain, sentimen risiko global juga memberikan pengaruh terhadap pergerakan emas. Laporan terbaru menyebutkan bahwa kebijakan tarif timbal balik yang direncanakan Presiden AS Donald Trump akan lebih sempit dan kurang ketat dari perkiraan sebelumnya.
Hal ini memberikan sedikit dorongan terhadap selera risiko investor, yang pada akhirnya dapat membatasi potensi kenaikan harga emas sebagai aset safe-haven.