Meski sudah mengoperasikan Bandar Udara (Bandara) Halim Perdanakusuma sebagai Bandara komersial, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan Jakarta masih harus membangun Bandara baru di kawasan timur ibukota. Kebutuhan ini mendesak dilakukan jika Halim Perdana Kusuma kembali difungsikan sebagai pangkalan militer.
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susanto di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/1/2014) mengatakan, pembangunan Bandara baru ini paling tidak harus terealisasi kurang dari 10 tahun ke depan.
"Kalau 10 tahun itu telat. Insyaallah dalam 5-6 tahun kedepan kita harus punya Bandara yang kelasnya sama dengan ini, yang letaknya dikawasan Timur Jakarta," kata Bambang.
Pembangunan Bandara ini akan ditujukan untuk memenuhi keperluan masyarakay yang berada di wilayah timur Jakarta. Selain itu, keberadaan Bandara baru akan memecah kepadatan yang terjadi di tengah kota.
Selama ini, masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang hendak pergi keluar kota, hanya bergantung pada Bandara Soekarno Hatta yang terletak di sebelah barat Jakarta. "Jadi yang rumahnya dibagian timur bisa ke timur, yang di barat bisa ke barat," lanjutnya.
Bandara baru ini diharapkan bisa dibangun dengan kapasitas yang cukup besar, paling tidak mampu pengimbangi Bandara Soekarno-Hatta.
"Nanti kalau ada bandara baru yang kelasnya sama dengan cengkareng yang punya kapasitas 70 juta penumpang, maka kita akan cukup untuk memfasilitasi para penumpang angkutan udara (di Jakarta)," tandasnya.
Sebagai informasi, pemerintah memang telah merancang pembangunan Bandara Internasional di wilayah Karawang, Jawa Barat. Tim teknis bahkan telah menyelesaikan studi awal pembangunan Bandara tersebut. Namun, tidak diketahui, apakah Bandara yang dimaksud Wakil Menhub ini adalah Bandara Soekarno Hatta. (Dny/Shd)
Baca Juga:
Bandara Halim Resmi Beroperasi, Citilink Terbang Perdana Pagi Ini
Citilink Terbangi 4 Kota dari Bandara Halim Hari Ini
Citilink Targetkan 1 Juta Penumpang Terbang dari Bandara Halim
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susanto di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/1/2014) mengatakan, pembangunan Bandara baru ini paling tidak harus terealisasi kurang dari 10 tahun ke depan.
"Kalau 10 tahun itu telat. Insyaallah dalam 5-6 tahun kedepan kita harus punya Bandara yang kelasnya sama dengan ini, yang letaknya dikawasan Timur Jakarta," kata Bambang.
Pembangunan Bandara ini akan ditujukan untuk memenuhi keperluan masyarakay yang berada di wilayah timur Jakarta. Selain itu, keberadaan Bandara baru akan memecah kepadatan yang terjadi di tengah kota.
Selama ini, masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang hendak pergi keluar kota, hanya bergantung pada Bandara Soekarno Hatta yang terletak di sebelah barat Jakarta. "Jadi yang rumahnya dibagian timur bisa ke timur, yang di barat bisa ke barat," lanjutnya.
Bandara baru ini diharapkan bisa dibangun dengan kapasitas yang cukup besar, paling tidak mampu pengimbangi Bandara Soekarno-Hatta.
"Nanti kalau ada bandara baru yang kelasnya sama dengan cengkareng yang punya kapasitas 70 juta penumpang, maka kita akan cukup untuk memfasilitasi para penumpang angkutan udara (di Jakarta)," tandasnya.
Sebagai informasi, pemerintah memang telah merancang pembangunan Bandara Internasional di wilayah Karawang, Jawa Barat. Tim teknis bahkan telah menyelesaikan studi awal pembangunan Bandara tersebut. Namun, tidak diketahui, apakah Bandara yang dimaksud Wakil Menhub ini adalah Bandara Soekarno Hatta. (Dny/Shd)
Baca Juga:
Bandara Halim Resmi Beroperasi, Citilink Terbang Perdana Pagi Ini
Citilink Terbangi 4 Kota dari Bandara Halim Hari Ini
Citilink Targetkan 1 Juta Penumpang Terbang dari Bandara Halim