Liputan6.com, Jakarta PS Kwarta gagal memetik poin penuh saat menghadapi Kalteng Putra di stadion Teladan Medan, Jumat (21/8/2015). Kedua tim yang masih berpeluang lolos dari grup A Piala Kemerdekaan ini hanya bermain imbang 0-0.
Duel berlangsung dalam tempo lamban. Terlihat kedua tim bermain hati-hati. Meskipun banyak peluang yang menjadi tercipta, tak satu pun bisa dijadikan gol.
Di babak kedua PS Kwarta lebih mendominasi permainan dan mengganti dua pemain sekaligus. Namun kehilangan strikernya Rahmad Hidayat membuat lini depan 'Burung Sumatera' ini tumpul.
"Kami bermain kurang bagus hari ini. Ada peluang tapi tak bisa dijadikan gol. Tapi tak apa karena peluang masih tetap ada," ujar pelatih Kwarta,Selamet Riyadi
Sementara itu pelatih Kalteng Putra, Eko Tamami mengaku permainan timnya dipertandingan ini sore ini kurang baik. Terutama di lini tengah. Tak ada peluang yang bisa dihasilkan pemain Kalteng Putra.
Selain itu kehilangan gelandang Heru Setiawan yang mencetak dua gol dipertandingan terakhir membuat lini tengahnya keropos. "Kami lepas target tiga poin sore ini. Seharusnya ini bisa dimanfaatkan demi menjaga peluang lolos. Tapi pemain kurang maksimal. Jadwal terlalu padat, kami lelah," ujar eko
Eko juga mengeluhkan kinerja wasit Firman Wasri yang memimpin pertandingan. Menurut Eko, keputusan wasit Firman Wasri banyak merugikan terutama bagi timnya. Duel pun berlangsung dalam tempo lambat dan diwarnai banyak pelanggaran.
"Wasit kurang bijak dalam pertandingan ini. Ada beberapa keputusannya yang menurut saya merugikan kami di lapangan" ujar eko
Selain faktor wasit, Eko juga mengakui pemainnya merasa lelah karena jadwal yang terlalu singkat di grup A Piala Kemerdekaan.
"Fisik pemain juga terkuras karena jadwal kami ini terlalu padat. Bayangkan kami bermain di tiga laga ini hanya istirahat sehari" (Rco/Hry)
Imbang di Teladan, Kinerja Wasit dan Jadwal Jadi Sorotan
Duel PS Kwarta dan Kalteng Putra berlangsung dalam tempo lambat.
Advertisement