Liputan6.com, Jakarta - Posisi kiper tak disangkal lagi adalah jantung dalam sebuah tim. Peran mereka jadi kunci keberhasilan atau kegagalan suatu tim dalam meraih kemenangan.
Banyak kiper berkelas yang saat ini masih jadi primadona. Namun, di antara begitu banyak, hanya sedikit yang sulit ditaklukkan. Thibaut Courtois di Chelsea menjadi contohnya.
Advertisement
Sempat dipinjam ke Atletico Madrid, dia justru berhasil menggeser posisi Petr Cech saat pulang.
Courtois juga dianggap kiper terbaik Belgia sejak Jean-Marie Pfaff pada era 1970an. Namun, ternyata masih ada yang lebih hebat lagi ketimbang kiper Chelsea itu.
Siapa saja mereka? Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:
Eka Setiawan
Samir Handanovic - Inter Milan
Terkadang, saat Inter kalah, Handanovic adalah satu-satunya yang jadi bintang. Dia bak sinar di balik awan gelap.
Salah satu contohnya adalah penyelamatannya melawan Edin Dzeko dalam kekalahan 1-2 dari Roma. Penyelamatan itu bahkan diberi penghargaan "Save of the Year" oleh media.
Advertisement
Jan Oblak - Atletico Madrid
Dengan refleks yang brilian, Oblak pastinya merupakan salah satu kiper muda paling mengejutkan di dunia. Dia memiliki kecenderungan untuk melakukan penyelamatan impresif. Salah satu contohnya adalah triple-save melawan Bayer Leverkusen musim lalu.
Atletico memiliki rekor defensif terbaik selama tiga musim terakhir di antara tim La Liga. Oblak sangat berperan untuk hal itu.
David De Gea - Manchester United
Ketika datang ke Liga Inggris, dia tertinggal jauh dari saingannya. Namun, dia kini menunjukkan ketangkasan dan refleks yang luar biasa saat ini.
De Gea telah mempertegas tempatnya sebagai kiper nomor 1 United. Selain itu, pemain asal Spanyol tersebut juga menjadi bintang saat lini belakang Red Devils dianggap terlemah pada lima besar Liga Inggris.
Advertisement
Manuel Neuer - Bayern Munich
Dalam situasi satu lawan satu, Neuer mendominasi lawan, melepaskan aura tak terkalahkan. Sebagai pengalir bola, naluri menyerang Neuer sering disorot.
Dia selalu berani tampil ke depan dan suka memulai serangan dengan lemparan serta tendangannya. Dengan sangat cepat, Neuer mengubah peran menjaga gawang, menjadi penyapu bola.
Gianluigi Buffon - Juventus
Posisinya sempurna dan jarang melakukan kesalahan. Meskipun mungkin beruntung bisa bermain dengan para bek yang luar biasa sepanjang kariernya, Buffon tidak takut untuk memberitahu para beknya jika salah posisi.
Peran pentingnya bagi Juventus dapat diringkas dengan kutipan dari komentator Italia legendaris, Fabio Caressa yang mengatakan, "Buffon adalah orang yang secara sendirian memenangkan timnya 15 poin per musim."
Advertisement