Liputan6.com, Manchester- Pandemi virus corona Covid-19 telah menganggu keuangan banyak orang, tak terkecuali klub-klub sepak bola. Klub harus pintar-pintar mencari cara untuk menyelamatkan kondisi finansial mereka.
Beberapa klub seperti Juventus dan Barcelona telah mengambil langkah untuk memotong gaji para pemainnya. Pemotongan gaji dilakukan agar mereka bisa tetap membayar para pegawai klub.
Baca Juga
Dua klub Liga Inggris Liverpool dan Tottenham Hotspur menempuh cara berbeda. Mereka memilih menggunakan skema bantuan pemerintah Inggris untuk membayar gaji para pegawainya.
Advertisement
Langkah Liverpool dan Tottenham tidak akan diikuti Manchester City. The Citizens menjadi klub besar Liga Inggris pertama yang menolak bantuan pemerintah untuk membayarkan honor pada pegawainya.
Manchester City telah mengirim email ke ratusan karyawannya akhir pekan ini untuk meredakan kekhawatiran tentang dampak krisis virus corona Covid-19 pada mereka. Chief operating officer Omar Berrada memastikan klub berkomitmen memberikan honor tanpa bantuan pemerintah.
Keputusan ini sudah disetujui oleh bos Manchester City Khaldoon Al Mubarak pekan lalu. Namun baru akhir pekan ini disampaikan kepada semua pegawai klub.
Â
**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.
Komentar
"Kami dapat mengkonfirmasi, setelah keputusan oleh ketua dan dewan pekan lalu, bahwa Manchester City tidak akan memanfaatkan Skema Retensi Pekerjaan Coronavirus dari pemerintah," ujar juru bicara Manchester City seperti dikutip dari Talksport.
"Kami tetap bertekad untuk melindungi karyawan kami, pekerjaan mereka dan bisnis kami sementara pada saat yang sama melakukan apa yang kami bisa untuk mendukung komunitas kami yang lebih luas pada waktu yang paling menantang ini untuk semua orang."
Advertisement
Langkah Bagus
Langkah Manchester City ini patut diacungi jempol. Sebelumnya keputusan Liverpool dan Tottenham memakai skema bantuan pemerintah telah menuai kritik.
Bahkan legenda Liverpool Jamie Carragher dan Danny Murphy terang-terangan mengkritik klubnya sendiri. Mereka menganggap The Reds telah memanfaatkan bantuan pemerintah.