Liputan6.com, Jakarta Mason Greenwood adalah sosok penting di bawah Ole Gunnar Solskjaer. Tapi, bintang Manchester United atau MU yang sempat naik daun ini, telah turun dari urutan kekuasaan saat klub raksasa Liga Inggris itu dipimpin Ralf Rangnick.
Mason Greenwood menjadi semakin frustrasi dengan pengaruh Cristiano Ronaldo di MU, karena ia terus ditinggalkan di bangku cadangan oleh Ralf Rangnick.
Advertisement
Baca Juga
Pemain berusia 20 tahun itu mencetak gol akrobatik dalam hasil imbang 1-1 Man United melawan Young Boys. Namun, Greenwood tetap dipinggirkan pelatih asal Jerman itu, di kancah Liga Inggris.
Dan El Nacional mengklaim bahwa dia sudah kesal dengan kurangnya waktu bermain dan fakta bahwa Ronaldo selalu menjadi nama pertama di daftar pemain.
Laporan itu juga mengatakan Greenwood tidak senang dengan cara pemenang Ballon d'Or lima kali itu mengambil alih ruang ganti MU dalam waktu sesingkat itu.
Gaduh
Bintang Portugal itu pernah menanyai para pemain muda United menjelang kekalahan 0-5 mereka melawan Liverpool di Old Trafford. Ini menunjukkan ada kegadugan di ruang ganti, terutama di antara para pemain senior.
Ronaldo ketika itu mengatakan: “Saya tidak bermaksud hanya di sepakbola, generasi baru ini sejak mungkin 1995 berpikir berbeda.
"Hidup, sepak bola, perjuangan, ini harus datang dari dalam diri Anda. Anda harus menerima saat-saat yang tidak Anda setujui."
Advertisement
Kesal
Beberapa anggota skuad United lahir setelah 1995, termasuk Marcus Rashford, Amad Diallo, Diogo Dalot, Jadon Sancho, Aaron Wan-Bissaka, Dean Henderson, Donny van de Beek dan Greenwood.
Penyerang berpengalaman ini juga diyakini kesal dengan kecenderungan Greenwood untuk menembak ketimbang memberinya peluang mencetak gol ketika mereka dipasangkan bersama musim ini.
Berkurang
Kurangnya sinergi mereka terlihat dalam kekalahan memalukan 0-2 United dalam derby Manchester dan mereka hanya melakukan satu tembakan tepat sasaran melawan pasukan Pep Guardiola.
Peran Greenwood telah berkurang sejak Rangnick tiba di klub. Namun, pria berusia 63 tahun itu memuji bakat besar setelah kemenangan United atas Young Boys dan menganggap dia bisa menjadi pemain reguler di timnya jika terus berkembang.
Advertisement
Gol Indah
“Saya pikir hari ini dia juga menunjukkan tidak hanya kualitas karena gol indah itu, tetapi juga cara dia mengatur peluang untuk Juan Mata sangat brilian," kata Rangnick.
“Dia adalah talenta besar – kaki kiri, kaki kanan, bagus dalam menguasai bola. Juga cara dia mengatur gol untuk Fred pada hari Minggu, jadi ini tentang kontinuitas."
"Dia harus berkembang secara fisik tetapi secara teknis untuk usianya dia adalah pemain hebat. Tugas saya adalah mengembangkannya, menjadikannya seorang atlet dan jika dia berhasil melakukan itu, dia bisa menjadi pemain reguler untuk klub ini," ujar Rangnick