Sukses

Korsel-Jepang Kembali Tegang

Pernyataan PM Jepang Shinzo Abe yang menapikan wanita penghibur selama pendudukan Negeri Matahari Terbit itu mendapat kecaman. Menlu Korsel Song Min-soon meminta pemerintah Jepang berkaca.

Liputan6.com, Seoul: Ketegangan antara Jepang dan Korea Selatan kembali merebak menyusul pernyataan Perdana Penteri Shinzo Abe yang meragukan keberadaan wanita penghibur tentara Jepang atau jugun yanfu pada masa Perang Dunia II. Pernyataan itu langsung mendapat reaksi keras.

Kecaman atas pernyataan Abe datang dari Menteri Luar Negeri Korea Selatan Song Min-soon. Song mengingatkan semua pihak yang meragukan perbudakan wanita pada Perang Dunia II untuk berkaca pada fakta sejarah.

Para ahli sejarah bahkan mengungkapkan setidaknya ada 200 ribu wanita kebanyakan dari Korea Selatan dan Cina dipaksa untuk melayani nafsu para serdadu Jepang tahun 1930 dan 40-an. Pernyataan Abe baru-baru ini menimbulkan keraguan atas ketulusan permintaan maaf yang telah berkali-kali disampaikan pemerintah Jepang. Pernyataan itu juga menodai komitmen membangun masa depan hubungan antara Jepang dan Korsel.(YYT)

    Video Terkini