Liputan6.com, Guatemala - - Alejandro Giammattei membawa Partai Konservatif menjadi pemenang pemilu Guatemala. Ia juga unggul 59% dalam pemilihan presiden (Pilpres) mengalahkan lawan politiknya Sandra Torres yang meraih suara 41% dari total suara terkumpul 95%.Â
Permasalahan yang diangkat pada Pilpres Guatemala sebagai perhatian utama adalah terkait penanganan tingkat kriminalitas yang tinggi serta serangan bersenjata yang kerap terjadi. Kedua kandidat baik Giammattei dan Torres berlawanan dengan kesepakatan yang ditandatangani Presiden saat ini Jimmy Morales, tentang migran yang melewati Guatemala akan dikembalikan ke negara asal untuk mendapat suaka.
Keduanya berargumen bahwa Guatemala tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk memproses permintaan suaka.Â
Advertisement
Dilansir dari bbc.com, Senin (12/8/2019), kemenangan yang diperoleh Giammattei penuh dengan tekanan karena adanya kasus yang menjerat saat ia memimpin operasi di penjara Pavon. Tujuh tahanan meninggal dunia dari serangan petugas keamanan penjara yang menyebabkan delapan orang termasuk Giammattei diduga terkait atas insiden tersebut.Â
Â
Janji Politik
Kemenangannya tak lepas dari janji politiknya mewujudkan 'tembok kemakmuran'Â untuk mencegah orang-orang Guatemala melakukan migrasi dari Amerika Serikat.Â
Di sisi lain, lawan politiknya sekaligus mantan ibu negara, Sandra Torres tidak mampu menanggalkan jejak politik mantan suaminya sekaligus mantan presiden Guatemala, Alvaro Colom, yang dicerai pada 2011, terkait dugaan korupsi dan penipuan.
Hal tersebut yang membuatnya tidak dapat menguatkan posisi suara di daerah-daerah pedesaan Guatemala.Â
Â
Reporter: Hugo Dimas
Advertisement