Liputan6.com, Bogota - Sebelas personel militer Kolombia dinyatakan hilang dan enam lainnya cedera, setelah sebuah helikopter jatuh di bagian tenggara negara itu dalam operasi melawan gerilyawan.
Dikutip dari laman NDTV.com, Rabu (22/7/2020), helikopter Blackhawk itu membawa 17 personel militer ketika jatuh.
Komando tinggi angkatan bersenjata tidak mengungkapkan apakah unit itu ditembak jatuh atau kecelakaan.
Advertisement
Baca Juga
Pihak berwenang menemukan helikopter di bentangan sungai Inirida di negara bagian Guaviare, sebuah daerah di mana pemberontak mantan gerilyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) secara aktif bermukim.
Pemberontak FARC meletakkan senjata mereka dalam kesepakatan damai 2016 bersejarah yang mengakhiri setengah abad konflik, dan mengubah gerilyawan menjadi partai politik komunis.
Tetapi lebih dari 2.000 pembangkang, menurut pihak berwenang, menolak untuk bergabung dengan 13.000 pemberontak yang menandatangani perjanjian damai dan terus menentang pemerintah, membiayai diri mereka sendiri melalui perdagangan obat-obatan terlarang dan penambangan ilegal.
Militer mengatakan, helikopter itu mengambil bagian dalam operasi melawan para pembangkang di daerah di mana terdapat perkebunan ganja.
Konflik telah terjadi lebih dari setengah abad menewaskan sembilan juta orang Kolombia, ada pula yang hilang dan terlantar.