Liputan6.com, Tel Aviv - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan serangan udara balasan atas tanggapannya terhadap Hamas di Gaza.
Dikutip dari laman CNN, Selasa (11/5/2021), IDF mengatakan, Hamas terlebih dahulu meluncurkan enam roket ke Yerusalem pukul 18:00 waktu setempat pada Senin 10Â Mei 2021.
Baca Juga
Salah satu roket menyebabkan beberapa kerusakan di sebuah rumah di pinggiran barat Yerusalem.
Advertisement
Dua serangan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome dan empat lainnya mendarat di medan terbuka, kata juru bicara IDF Jonathan Conricus.
Saat malam tiba, IDF menanggapi dengan serangkaian serangan udara di Gaza.
IDF mengatakan, lusinan roket ditembakkan ke lokasi-lokasi di selatan dan tengah Israel pada Senin 10 Mei.
"Setelah Hamas menembakkan rentetan roket ke Israel tengah dan selatan selama beberapa jam terakhir, kami baru saja menyerang tiga lokasi Hamas di Gaza," kata IDF dalam sebuah pernyataan.
Belakangan tentara mengatakan pihaknya juga telah menyerang terowongan, peluncur roket, dan mengatakan lebih banyak situs akan diserang dalam semalam.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, dua puluh orang telah tewas, termasuk sembilan anak, meskipun tidak segera jelas berapa banyak yang tewas akibat serangan udara Israel.
Sebuah pernyataan oleh Hamas mengatakan, "Kami memberi hormat kepada para martir Palestina yang tewas pada Senin malam dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza."
Â
Saksikan Video Berikut Ini:
Hamas Mengaku Bertanggung Jawab
Pada pukul 11 ​​malam waktu setempat hari Senin 10 Mei, IDF mengatakan bahwa sekitar 150 roket telah ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel, yang puluhan di antaranya telah dicegat oleh pertahanan negara.
Hamas, kelompok militan Palestina yang menguasai Gaza, mengaku bertanggung jawab atas tembakan roket awal di Yerusalem, yang terjadi hanya beberapa jam setelah mereka menuntut polisi Israel menarik diri dari kompleks masjid Al Aqsa di Yerusalem.
Yerusalem telah menyaksikan konfrontasi berulang-ulang antara polisi Israel dan warga Palestina di seluruh kota selama beberapa minggu.
Warga Palestina menuduh kaum nasionalis Yahudi melakukan provokasi dan polisi melakukan taktik penyerangannya.
Advertisement