Sukses

Roket SpaceX Buat Fenomena Cahaya Menakjubkan di Langit Eropa

Meskipun tampak mencolok dan spektakuler, partikel gas tersebut tidak mengancam keselamatan manusia ataupun lingkungan. Fenomena ini bisa muncul dari roket lain, tetapi karena SpaceX sering meluncurkan Falcon 9, maka kejadian serupa lebih sering terjadi saat mereka melakukan peluncuran.

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Eropa dikejutkan oleh pemandangan spiral biru dan putih yang memukau di tengah langit malam pada Senin (24/03/2025) waktu setempat. Foto menakjubkan dari fenomena ini dibagikan oleh banyak orang dari berbagai negara seperti Swedia, Polandia, Hungaria, dan Kroasia di media sosial.

Kejadian ini memicu berbagai spekulasi, mulai dari dugaan penampakan UFO hingga fenomena cuaca langka. Diketahui, fenomena ini bukanlah tanda kedatangan UFO, melainkan akibat dari misi roket SpaceX Falcon 9 yang meluncur dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.

Melansir laman Science Alert pada Jumat (28/03/2025), cahaya berbentuk spiral tersebut disebabkan oleh gas beku yang keluar dari roket SpaceX. Meteo France, lembaga cuaca Prancis, juga mengonfirmasi bahwa fenomena tersebut terjadi akibat pelepasan gas dari roket, bukan karena fenomena misterius.

Cahaya kebiruan ini muncul setelah tahap pertama roket selesai dan tahap atas mengambil alih misi. Pada tahap ini, roket melepaskan gas sisa bahan bakar yang membeku di atmosfer bagian atas.

Partikel gas beku tersebut kemudian berinteraksi dengan cahaya matahari, menciptakan pola spiral berkilauan yang tampak menawan di langit malam. Fenomena tersebut terjadi karena peluncuran misi rahasia NROL-69 oleh SpaceX.

Detail tentang apa yang dibawa dalam misi ini dirahasiakan, tetapi misi ini dilaksanakan untuk National Reconnaissance Office (NRO), lembaga yang mengelola satelit mata-mata milik militer AS. Dalam pernyataannya, NRO menjelaskan bahwa roket Falcon 9 berhasil kembali dengan aman ke Zona Pendaratan 1 setelah mengantarkan muatan keamanan nasional ke orbit.

Peluncuran ini menandai keberhasilan lain dalam rangkaian misi penting yang dilakukan oleh SpaceX untuk mendukung kebutuhan keamanan nasional Amerika Serikat. Fenomena serupa juga pernah terjadi di Selandia Baru pada 2022 akibat roket Falcon 9 yang sama.

Kejadian itu menimbulkan kehebohan serupa di kalangan masyarakat lokal, yang awalnya menduga adanya fenomena aneh atau aktivitas luar angkasa yang mencurigakan. Para ahli menegaskan bahwa pelepasan gas yang menciptakan spiral seperti ini tidak berbahaya.

Meskipun tampak mencolok dan spektakuler, partikel gas tersebut tidak mengancam keselamatan manusia ataupun lingkungan. Fenomena ini bisa muncul dari roket lain, tetapi karena SpaceX sering meluncurkan Falcon 9, maka kejadian serupa lebih sering terjadi saat mereka melakukan peluncuran.

(Tifani)

Produksi Liputan6.com