Iran Jadwalkan Prosesi Pemakaman Ali Khamenei pada 4–9 Juli

Mendiang Khamenei gugur dalam serangan AS dan Israel pada 28 Februari.

Diterbitkan 13 Juni 2026, 19:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Media pemerintah Iran pada Sabtu (13/6/2026) melaporkan bahwa prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei akan digelar pada Juli. Pengumuman itu muncul ketika para mediator menyebut kesepakatan untuk mengakhiri perang semakin mendekati titik final.

Menurut laporan televisi pemerintah Iran, IRIB, seperti dikutip dari Associated Press upacara penghormatan terakhir, pemakaman, dan prosesi perpisahan untuk Khamenei akan berlangsung pada 4 hingga 9 Juli.

Khamenei gugur dalam serangan awal yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada akhir Februari, yang kemudian memicu pecahnya perang. Posisinya digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei, yang dipandang memiliki sikap lebih keras dibanding ayahnya. 

 

Rangkaian prosesi pemakaman Khamenei akan dimulai di Teheran. Selanjutnya, iring-iringan akan bergerak menuju Qom, yang menjadi pusat aktivitas banyak ulama senior syiah, sebelum berlanjut ke Mashhad, kota kelahirannya.

Di kota tersebut, Khamenei akan dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza yang dianggap sebagai situs paling suci bagi umat syiah.

Upacara pemakaman putri Khamenei dan menantunya, yang juga tewas dalam serangan pada Februari, akan digelar bersamaan.

Khamenei secara signifikan membentuk ulang Republik Islam Iran sejak mengambil alih kepemimpinan setelah wafatnya Ayatullah Ruhollah Khomeini pada 1989.

Khomeini merupakan tokoh ideologis yang karismatik dan berpengaruh yang memimpin penggulingan Shah Iran. Setelah revolusi, ia membentuk sistem pemerintahan yang dipimpin ulama syiah, yang bertugas menjaga serta menyebarkan kemurnian ajaran agama. 

Adapun Khamenei memimpin Iran jauh lebih lama dibandingkan pendahulunya. Selama masa pemerintahannya, ia memperluas pengaruh kalangan ulama syiah serta memperkuat Korps Garda Revolusi Islam menjadi institusi utama yang menopang kekuasaannya.

Korps Garda Revolusi berkembang menjadi kekuatan militer sekaligus ekonomi yang sangat berpengaruh. Selain menjadi pasukan elite Iran, institusi tersebut turut mengendalikan arsenal rudal balistik negara dan memiliki keterlibatan luas dalam berbagai sektor perekonomian Iran.

"Kesepakatan Damai Segera Tercapai"

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pada Sabtu bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah kini lebih dekat dibanding sebelumnya dan diperkirakan dapat diselesaikan dalam 24 jam ke depan.

Pakistan disebut tengah mempersiapkan penandatanganan elektronik atas perjanjian tersebut, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pembicaraan tingkat teknis pada pekan depan.

Melalui unggahannya di platform X, Sharif menyampaikan, "Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada AS dan Republik Islam Iran atas komitmen berkelanjutan mereka selama perundingan. Kami juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada saudara-saudara kami di kawasan atas dukungan mereka."

Perkembangan positif dalam proses negosiasi itu terjadi setelah Iran terlibat saling serang dengan AS dan Israel selama tiga hari pada pekan ini. Eskalasi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran akan pecahnya perang berskala penuh di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat (12/6)mengatakan bahwa sebuah kesepakatan "tidak pernah sedekat ini" melalui unggahan di X. Presiden AS Donald Trump, yang dalam beberapa pekan terakhir berulang kali menyatakan bahwa kedua negara berada di ambang kesepakatan, turut membagikan unggahan Araghchi di media sosial miliknya.

Perang yang dimulai pada 28 Februari telah mengguncang kawasan Timur Tengah dan hampir menghentikan pengiriman minyak serta gas alam dari Teluk Persia. Sejak 7 April, kedua pihak berada dalam situasi gencatan senjata yang rapuh.