Liputan6.com, Jakarta - Prancis melaporkan 26.788 infeksi COVID-19 baru pada Rabu (3/3/2021). Pasien usia muda kini meningkat dan menaikkan jumlah pasien perawatan intensif hingga mencapai jumlah tertinggi di 2021.
Jumlah total pasien COVID-19 di rumah sakit sedikit turun menjadi lebih dari 25.000 orang pada Rabu (3/3/2021), tetapi jumlah pasien yang menjalani perawatan intensif bertambah 51 orang menjadi 3.637. Dilansir dari Channel News Asia, jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak akhir November dan tertinggi baru di 2021.
Baca Juga
Namun, kenaikan kasus minggu ke minggu tetap bertahan di kisaran empat persen. Pergerakan tersebut terhitung stabil sejak awal Januari. Saat sebelum dan selama karantina wilayah nasional kedua pada November, kenaikan mingguan di Prancis dapat mencapai lebih dari 20 persen.
Advertisement
Dalam periode terburuk karantina wilayah pertama, rumah sakit Prancis harus mengurusi lebih dari 7.000 pasien COVID-19 dalam beberapa hari di ruang perawatan intensif. Sementara ketika karantina wilayah kedua, perawatan intensif turun menjadi sedikit di bawah 5.000 pasien.
Simak Video Berikut Ini:
Jumlah pasien intensif kurang dari 3.000 jadi syarat pelonggaran jam malam
Beberapa dokter instalasi gawat darurat yang diwawancarai media setempat mengatakan, dalam beberapa hari terakhir masuknya pasien baru ke IGD semakin cepat. Kebanyakan pasien baru semakin muda karena rata-rata orang di panti jompo telah divaksinasi.
Pemerintah Prancis mengungkapkan bahwa menurunkan jumlah pasien COVID-19 dalam perawatan intensif hingga di bawah 3.000 pasien adalah salah satu prasyarat untuk melonggarkan jam malam.Â
Kementerian kesehatan melaporkan jumlah kumulatif kematian akibat COVID-19 meningkat bertambah 322 menjadi 87.542.Â
Â
Penulis: Abel Pramudya Nugrahadi
Advertisement